Berita

Jokowi Sudah Lupa Trisakti dan Nawacita yang Dikampanyekan Saat Pilpres

KAMIS, 15 JANUARI 2015 | 10:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Proses fit and proper test di Komisi III DPR terhadap Komjen Budi Gunawan sebagai calon Kapolri secara terang-terangan telah menjadi guyonan politik. Karena seorang tersangka justru dijagokan menjadi kepala lembaga penegak hukum.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), Iwan Dwi Laksono dalam keterangan persnya (Kamis, 15/1).

Karena itu, pelaksanaan uji kelayakan itu membuat pilu perasaan masyarakat. Polri sebagai institusi hukum juga jadi terlibat pada ranah politisasi kepentingan. Makanya, akan lebih pantas jika Presiden Joko Widodo mendengarkan masyarakat yang telah memilihnya dibanding politisi disekitarnya.


Polri sesuai mottonya melindungi, mengayomi dan melayani seharusnya dijadikan pedoman oleh Presiden Jokowi dalam memilih kriteria Kapolri pengganti Sutarman. Namun, nampaknya tiga motto itu hanya sebagai tempelan stiker di kantor polisi.

"Jika Presiden Jokowi masih ingat atas Trisakti dan Nawacita maka mencabut surat pengajuan calon kapolri Budi Gunawan yang menjadi tersangka oleh KPK. Presiden harus mengajukan calon Kapolri lain yang bersih, kapabel dan cinta bangsa negara," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Kornas, Abdul Havid Permana sebagai relawan saat Pilpres menyatakan Presiden Jokowi akan dipermalukan pihak yang berkepentingan jika pencalonan Budi Gunawan tetap dilanjutkan.

Ia mengaku saat ini bersama JAMAN sebanyak 27 provinsi akan mendatangi Istana untuk meminta presiden kembali kepada khittahnya ke nilai-nilai Nawacita dan Trisakti. "Sebagai relawan, JAMAN dan KORNAS akan turun ke Istana membuat gerakan #SadarkanJokowi dalam pemilihan Kapolri baru," tandasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Tambahan Dana BBM Subsidi Tembus Rp2 Triliun per Hari

Jumat, 10 April 2026 | 02:02

HIPKA Dorong Kepercayaan Pengusaha di Tengah Ketidakpastian Global

Jumat, 10 April 2026 | 01:26

Warga Dunia Khawatir Konflik Iran-Israel Kembali Pecah

Jumat, 10 April 2026 | 01:19

Perlu Hitungan Matang Jaga Ketahanan BBM

Jumat, 10 April 2026 | 01:04

Sandiaga Uno Raih Penghargaan Muzakki Teladan Berdampak

Jumat, 10 April 2026 | 00:31

Prabowo Cerdas Sikapi Wacana Impeachment

Jumat, 10 April 2026 | 00:18

Masa Depan Jakarta Ada di Kota Tua dan Kepulauan Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 00:05

Gencatan Senjata Iran-Israel Bukan Akhir Konflik, Indonesia Wajib Waspada

Kamis, 09 April 2026 | 23:41

Badan Pelaksana Otoritas Danau Toba Butuh Pemimpin Baru

Kamis, 09 April 2026 | 23:24

MRT Adalah Game Changer Transformasi Kota Tua Jakarta

Kamis, 09 April 2026 | 23:03

Selengkapnya