Berita

Politik

Pimpinan Banggar Ingin Ajak KPK dalam Pembahasan Anggaran

KAMIS, 15 JANUARI 2015 | 03:58 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pimpinan DPR RI telah resmi melantik anggota Badan Anggaran (Banggar) DPR dengan komposisi satu ketua dan empat wakil ketua.

Pelantikan yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI, Taufiq Kurniawan, menetapkan politisi Partai Golkar, Ahmadi Noor Supit sebagai Ketua Banggar.  

Sementara Wakil Ketua I diduduki anggota Komisi XI asal fraksi PDIP Said Abdullah, Wakil Ketua II diduduki oleh anggota Komisi I DPR asal fraksi Demokrat Djoko Ujiyanto, Wakil Ketua III ditempati anggota Komisi VII asal fraksi PAN Jamaluddin Jafar, sedangkan Wakil Ketua IV ditempati Jazuli yang merupakan anggota Komisi V asal fraksi PKB. Sementara jumlah anggota Banggar sebanyak 98 orang.


Dalam sambutannya, Supit meminta anggota Banggar untuk mampu mengoptimalkan pembahasan anggaran mengingat waktu pembahasan anggaran yang terbilang sempit.

"Saya harapkan, agar waktu yang terbatas ini kita gunakan untuk membahas anggaran untuk kepentingan rakyat," ujarnya di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 14/1).

Sementara Wakil Ketua Banggar Said Abdullah menjelaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan Banggar adalah memperbaiki sistem di Banggar, terutama saat pembahasan anggaran. Mekanisme pembahasan anggaran, lanjutnya, harus sesuai standar dan prosedur. Ini penting agar tidak ada lagi kesempatan untuk memanfaatkan pembahasan anggaran itu untuk keuntungan pribadi.

"Intinya, tidak ada lagi celah menggerogoti uang APBN. Ini betul-betul dieleminir sedemikian rupa," jelasnya.

Selain itu, ia akan meminta agar pembahasan anggaran dilakukan secara terbuka. Sehingga rakyat bisa mengetahui secara detail proses pembahasan anggaran di Banggar. Bahkan, jika diperlukan pembahasan anggaran yang dilakukan secara terbuka juga perlu dihadiri oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Kami ingin pembahasan itu dilakukan secara terbuka. Publik bisa mengakses semua pembahasan anggaran, baik langsung atau tidak langsung dan saya akan upayakan agar tidak ada kesempatan untuk lobi-lobi," tegasnya. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya