Berita

budi gunawan/net

Inilah Delapan Komitmen Komjen BG Andai Terpilih Kapolri

RABU, 14 JANUARI 2015 | 12:39 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test, calon tunggal Kapolri Komjen Pol Budi Gunawan menyampaikan delapan komitmen jika nanti jadi dilantik sebagai Kapolri.

Pemberantasan korupsi merupakan komitmen pertama yang disampaikan oleh Komjen BG jika  ia diberi kepercayaan untuk menduduki kursi Kapolri.

"Saya berkomitmen untuk mewujudkan budaya anti korupsi," kata dia di Ruang Komisi III DPR-RI, Senayan, Jakarta (Rabu, 14/1).


Komjen BG juga berkomitmen untuk melanjutkan program kerja yang telah disusun oleh Kapolri sebelumnya. Sehingga terjadi kesinambungan kerja di tubuh Polri.

"Ketiga, komitmen terhadap supremasi hukum. Penegakan hukum yang bertindak sesuai dengan ketentuan hukum yang memenuhi asas keadilan dan kepastian hukum," lanjutnya.

Keempat, Komjen BG ingin mewujudkan proses yang transparan dalam penanganan sebuah perkara. Sehingga, penanganan perkara itu berlangsung secara bersih dan akuntable serta dapat dipantau oleh semua pihak.

Kelima, ia berkeinginan untuk menjadikan Polri sebagai instansi yang prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat yang datang ke kepolisian dapat terlayani dengan cepat dan baik.

"Keenam, komitmen dalam membangun sinergi kondisional. Bekerjasama dengan semua stakeholder guna mendukung pelaksanaan tugas dalam peningkatan kompetensi dan integritas SDM Polri," ujarnya.

Selanjutnya, Komjen BG menyatakan bahwa pimpinan Polri ke depan harus berkarakter dan melayani. Dalam hal ini, ia menekankan bahwa pimpinan harus memiliki nyali, proaktif dan tidak ragu. Serta berani bertanggungjawab atas segala tindakan yang dilakukan.

"Terakhir, saya juga berkomitmen untuk memberikan reward and punishment dengan peningkatan kesejahteraan personil Polri," tandas Komjen BG yang saat ini menyandang kasus tersangka 'rekening gendut' di KPK. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya