Berita

presiden joko widodo/net

Politik

Penunjukan Budi Gunawan, Bagian dari Rangkaian Terima Kasih Jokowi yang Belum Selesai

SELASA, 13 JANUARI 2015 | 02:55 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pendekatan yang inkonsisten dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam memilih pejabat negara.

Jika saat memilih calon menteri Jokowi melibatkan KPK dan PPATK untuk mengetahui rekam jejak calon, maka hal itu tidak terjadi saat pemilihan Jaksa Agung dan Kapolri.

Hal tersebut disesalkan Sekjen Partai Gerindra, Ahmad Muzani. Ia bahkan menyebut pemilihan itu didasari atas rasa terima kasih Jokowi dan partai pendukungnya kepada sang calon.


"Ini bagian dari proses terima kasih yang belum selesai. Kelihatannya proses itu akan berlangsung terus, tapi saya enggak tahu sampai kapan," ujar Muzani saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Senin, 12/1).

Meski begitu, ia tetap berharap agar Jokowi bisa menjalankan tugas sesuai konstitusi sebagai kepala negara dan pemerintahan. Jokowi, lanjutnya, harus mampu lepas dari bayang-bayang ketua parpol pendukung yang saat ini tampak dominan dalam mengintervensi pemerintahan.

"Presiden jangan mau dibayang-bayangi ketua parpol yang sebenarnya secara tersamar ketua partai itu menjadi perdana menteri dalam kabinet," tandasnya.

Penunjukan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri dianggap bermasalah seperti halnya penunjukan Jaksa Agung HM Prasetyo. Kelompok anti korupsi seperti ICW menyayangkan Jokowi tidak melibatkan KPK dan PPATK sebelum menentukan kedua pejabat tersebut.

Selain itu, HM Prasetyo dianggap sebagai titipan parpol pengusung Jokowi, yaitu Partai Nasdem dan ketua umumnya, Surya Paloh. Sedangkan Komjen Pol Budi Gunawan pernah tersangkut dugaan kepemilikan harta kekayaan yang tidak sesuai dengan profesinya, atau lebih dikenal dengan kasus "rekening gendut".   [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya