Berita

ilustrasi/net

Tokoh Bali: Revitalisasi Teluk Benoa Bisa Kurangi Pengangguran

JUMAT, 09 JANUARI 2015 | 00:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Masyarakat Bali menilai banyak hal positif jika revitalisasi Teluk Benoa berhasil dilakukan. Pasalnya, revitalisasi menjanjikan penyerapan lapangan kerja yang besar bagi masyarakat Bali. Sehingga Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan bertambah besar dan secara otomatisakan meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan rakyat Bali.

Tokoh masyarakat Bali Komang Gde Subud menyebut bahwa revitalisasi akan membuka lowongan kerja baru bagi masyarakat Bali. Dengan begitu, kesejahteraan dan perbaikan ekonomi masyarakat Bali akan semakin meningkat.

"Banyak hal positif bila rencana revitalisasi Teluk Benoa itu berhasil dilakukan. Bagi Pemda akan menambah PAD, otomatis program-program Pemda juga akan berjalan lebih baik. Di Bali sendiri masih banyak pengangguran, dengan adanya revitalisasi diharapkan pengangguran semakin berkurang," ujar ketua Yayasan Bumi Bali Bagus itu ketika dihubungi wartawan Kamis (8/1).


Subudi mengatakan, adanya pro-kontra terhadap rencana revitalisasi Teluk Benoa dapat dilihat sebagai konflik sosial yang positif, asal Pemda mampu memediasi dan memfasilitasi dua kubu untuk duduk bersama mencari solusi.

Pihak yang menolak, katanya, tidak bisa hanya menolak saja, mereka juga harus memberikan resolusi. Sementara itu, pihak yang tidak memiliki kompetensi sebaiknya jangan turut berpendapat karena dapat mengganggu proses resolusi konflik.

Oleh karena itu, Ketua Badan Independen Pemantau Pembangunan dan Lingkungan Hidup Bali ini selalu mendorong agar Pemda melakukan komunikasi aktif ke masyarakat dan investor.

"Investor juga kami dorong hal sama. Kami akan mengawal hal ini agar kelak pembangunannya bersinergi untuk kebaikan bersama. Kami sebagai warga Bali, juga bergerak terus untuk mensosialisasikannya," tandas Subudi. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya