Penyerangan terhadap kantor tabloid Charlie Hebdo di Prancis yang menewaskan belasan orang adalah tindakan yang menyimpang jauh dari nilai-nilai ajaran Islam.
Karena itu, tindakan tersebut patut dikutuk karena dipastikan akan berdampak buruk bagi citra Islam yang sangat cinta perdamaian.
Begitu kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (8/1).
"Seluruh agama dipastikan mengutuk tindakan brutal tersebut. Para pengikut agama sudah semestinya menebar kasih sayang dan kedamaian," ujarnya.
Selain bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, lanjut Saleh, tindakan kekerasan itu juga telah membajak nama Islam. Ada kesan yang muncul bahwa dengan tindakan seperti itu dibenarkan dalam Islam.
"Padahal, di dalam kitab suci Al Quran, tindakan kekerasan apalagi sampai pada pembunuhan sungguh sangat tidak dibenarkan," sambungnya.
Berkenaan dengan insiden ini, umat beragama di Indonesia diharapkan tidak terpengaruh. Sebaliknya, kejadian tersebut perlu dijadikan sebagai cermin meningkatkan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Setidaknya, para pemeluk agama dapat meningkatkan prinsip-prinsip saling menghargai dan menghormati keyakinan dan kepercayaan masing-masing.
"Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Beragam agama, suku, dan adat-istiadat tumbuh dan berkembang di masyarakat. Perbedaan-perbedaan yang ada harus dikelola dengan baik sebagai salah satu kekuatan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia," tandas mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah tersebut.
Kemarin, kantor majalah satir
Charlie Hebdo di Perancis diserang sekelompok orang bersenjata. Akibatnya, 12 orang meninggal dunia, termasuk dua orang polisi.
Charlie Hebdo selama ini memang dikenal majalah mingguan yang kerap menyulut kontroversi. Karena selalu mengkritik tokoh politik dan agama. Media tersebut juga kerap memuat kartun yang menghina Nabi Muhammad.
[ald]