Berita

saleh p. daulay/net

Dunia

Komisi VIII: Penyerangan Charlie Hebdo Menyimpang Jauh dari Ajaran Islam

KAMIS, 08 JANUARI 2015 | 11:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Penyerangan terhadap kantor tabloid Charlie Hebdo di Prancis yang menewaskan belasan orang adalah tindakan yang menyimpang jauh dari nilai-nilai ajaran Islam.

Karena itu, tindakan tersebut patut dikutuk karena dipastikan akan berdampak buruk bagi citra Islam yang sangat cinta perdamaian.

Begitu kata Ketua Komisi VIII DPR RI, Saleh Partaonan Daulay, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Kamis (8/1).


"Seluruh agama dipastikan mengutuk tindakan brutal tersebut. Para pengikut agama sudah semestinya menebar kasih sayang dan kedamaian," ujarnya.

Selain bertentangan dengan nilai-nilai kemanusiaan, lanjut Saleh, tindakan kekerasan itu juga telah membajak nama Islam. Ada kesan yang muncul bahwa dengan tindakan seperti itu dibenarkan dalam Islam.

"Padahal, di dalam kitab suci Al Quran, tindakan kekerasan apalagi sampai pada pembunuhan sungguh sangat tidak dibenarkan," sambungnya.

Berkenaan dengan insiden ini, umat beragama di Indonesia diharapkan tidak terpengaruh. Sebaliknya, kejadian tersebut perlu dijadikan sebagai cermin meningkatkan toleransi antar umat beragama di Indonesia. Setidaknya, para pemeluk agama dapat meningkatkan prinsip-prinsip saling menghargai dan menghormati keyakinan dan kepercayaan masing-masing.

"Indonesia adalah negara yang sangat majemuk. Beragam agama, suku, dan adat-istiadat tumbuh dan berkembang di masyarakat. Perbedaan-perbedaan yang ada harus dikelola dengan baik sebagai salah satu kekuatan dalam membangun bangsa dan negara Indonesia," tandas mantan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah tersebut.

Kemarin, kantor majalah satir Charlie Hebdo di Perancis diserang sekelompok orang bersenjata. Akibatnya, 12 orang meninggal dunia, termasuk dua orang polisi.

Charlie Hebdo
selama ini memang dikenal majalah mingguan yang kerap menyulut kontroversi. Karena selalu mengkritik tokoh politik dan agama. Media tersebut juga kerap memuat kartun yang menghina Nabi Muhammad. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya