Berita

ahmad muzani/net

Politik

Partai Prabowo Minta Jokowi Jelaskan Maksud Pendirian Kementerian Desa

RABU, 07 JANUARI 2015 | 15:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pengelolaan dana desa menjadi bahan rebutan bagi Kemeterian Dalam Negeri (Kemendagri) dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (DPDTT). Tumpang tindih ini terjadi setelah Presiden Jokowi mengumumkan nomenklatur baru Kementerian DPDTT, dan sebelumnya Kemendagri menjadi pihak yang mengelola dana desa tersebut.

Tumpang tinding tugas pokok dan fungsi tersebut sudah diperkirakan oleh Partai Gerindra.

"Apa yang kami perkirakan terjadi bahwa ada tumpang tindih. Kami sudah membayangkan ketika Jokowi mengumumkan nomenklatur kementerian," ujar Sekjen DPP Gerindra Ahmad Muzani saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 7/1).


Dalam pandangan Muzani, jika dilihat dari sisi tingkatan maka Kemendagri adalah kementerian yang bertanggung jawab mulai dari pemerintahan dalam negeri sampai ke desa. Permasalahan muncul saat ada Kementerian Desa, yaitu mengenai bagian apa saja yang menjadi tugas kementerian ini.

"Ketika desa dicopot ke sini (Kementerian DPDTT) apanya yang dicopot? Pembinaannya? Kewenangannya? Atau namanya saja yg dipakai?" ujarnya.

Ketegasan Presiden Jokowi sangan dibutuhkan dalam menangani kasus ini. Pasalnya, presiden telah berjanji akan memberikan dana Rp 1,4 miliar ke setiap desa sesuai dengan UU Desa.

"Ini diserahkan kepada siapa? Dan pertanggung jawabannya harus jelas. Presiden harus menjelaskan maksudnya kementerian desa ini apa? Presiden sejak awal tidak pernah menjelaskan itu," tandasnya. Muzani yang juga anggota DPR ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya