Berita

gedung kpk/net

Politik

Demokrat Ingin Pimpinan KPK Segera Lengkapi

SELASA, 06 JANUARI 2015 | 17:32 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Partai Demokrat menghendaki pergantian pimpinan KPK usai masa jabatan Busyro Muqoddas habis 16 Desember 2014 lalu segera dilaksanakan. Sehingga pimpinan KPK bisa segera digenapi lima sebagaimana diamanatkan UU.

"Kalau Fraksi Demokrat berpendapat, lebih baik ikuti UU. UU menyebut (pimpinan KPK) harus lengkap maka harus dilengkapi," ujar Wakil Ketua Demokrat Agus Hermanto saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/1).

Menurutnya, jumlah pimpinan KPK tidak boleh dikurangi karena akan melanggar UU. Dengan kata lain, Demokrat tidak setuju dengan usulan pimpinan KPK yang menginginkan agar pimpinan KPK dibiarkan berjumlah 4 hingga pemilihan berikutnya. Artinya, pengganti Busyro dibiarkan dan pemilihannya diserentakan pada pemilihan pimpinan KPK berikutnya.


"Jangan dikurangi kalau dikurangi nanti kan nggak enak kita bekerja tidak sesuai UU, ini tidak benar dan tidak baik," ujar wakil ketua DPR itu.

"Kita di DPR diminta lakukan fit and proper test, kemudian kita pilih yang terbaik, kalau sudah dipilih ya harus ditetapkan," tandas ipar Ani Yudhoyono ini. [rus]Demokrat Ingin Pimpinan KPK Segera Lengkapi

RMOL. Partai Demokrat menghendaki pergantian pimpinan KPK usai masa jabatan Busyro Muqoddas habis 16 Desember 2014 lalu segera dilaksanakan. Sehingga pimpinan KPK bisa segera digenapi lima sebagaimana diamanatkan UU.

"Kalau Fraksi Demokrat berpendapat, lebih baik ikuti UU. UU menyebut (pimpinan KPK) harus lengkap maka harus dilengkapi," ujar Wakil Ketua Demokrat Agus Hermanto saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Selasa, 6/1).

Menurutnya, jumlah pimpinan KPK tidak boleh dikurangi karena akan melanggar UU. Dengan kata lain, Demokrat tidak setuju dengan usulan pimpinan KPK yang menginginkan agar pimpinan KPK dibiarkan berjumlah 4 hingga pemilihan berikutnya. Artinya, pengganti Busyro dibiarkan dan pemilihannya diserentakan pada pemilihan pimpinan KPK berikutnya.

"Jangan dikurangi kalau dikurangi nanti kan nggak enak kita bekerja tidak sesuai UU, ini tidak benar dan tidak baik," ujar wakil ketua DPR itu.

"Kita di DPR diminta lakukan fit and proper test, kemudian kita pilih yang terbaik, kalau sudah dipilih ya harus ditetapkan," tandas ipar Ani Yudhoyono ini. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya