ilustrasi/net
ilustrasi/net
Menurut Djamin, seharusnya MA menerbitkan Surat Edaran MA (SEMA) yang sesuai dengan putusan MK bernomor 34/PUU-XI/2013 yang telah mencabut ketentuan yang hanya membolehkan permohonan PK satu kali sebagaimana diatur dalam Pasal 263 ayat (3) Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).
"Penerbitan SEMA yang bertentangan dengan putusan MK ini merupakan pembangkangan terhadap konstitusi," ujar Djamin kepada wartawan di kantornya, Menteng, Jakarta, Senin (5/1)
Populer
Senin, 06 Juli 2026 | 14:49
Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
Senin, 29 Juni 2026 | 00:00
Senin, 06 Juli 2026 | 18:36
Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23
Senin, 06 Juli 2026 | 17:38
UPDATE
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:09
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:02
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:50
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:44
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:43
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:34
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:32
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:18
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:17
Rabu, 08 Juli 2026 | 15:00