Berita

airasia:net

Baruna Jaya I Teruskan Pencarian Badan Pesawat AirAsia

SABTU, 03 JANUARI 2015 | 17:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kapal Riset Baruna Jaya I milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), terus melanjutkan upaya pencarian badan pesawat Air Asia yang diduga jatuh di Selat Karimata dekat dengan Pangkalan Bun, Kalimatan Tengah, meski sudah ada pengumuman permulaan dari pihak Basarnas tentang adanya dugaan objek besar yang sudah diduga merupakan bagian pesawat Air Asia QZ 8501.

Pernyataan ini disampaikan oleh Imam Mudita, koordinator jaga pusat komando pengendalian operasi Baruna Jaya 1 yang berada di gedung BPPT di Jakarta dalam keterangan tertulis yang diterima hari ini (Sabtu, 3/1).

Imam Mudita menjelaskan, meski gelombang laut pagi dan siang ini di lokasi pencarian di Selat Karimata masih sangat tinggi, kapal Baruna Jaya I tetap beroperasi. Kapal yang sampai di lokasi pukul 02.00 dinihari tadi itu telah mulai beroperasi sejak jam 3 dinihari dan hingga pukul 12.00 melakukan pemetaan di lokasi adanya anomali yang sempat terdeteksi pada tanggal 1 Januari lalu.


"Tetapi setelah dilakukan pemetaan bathimetri di lokasi yang dicurigai adanya anomali tersebut, pihak kapal Baruna Jaya tidak menemukan anomalinya," ujar Imam.

Kemudian setelah berdiskusi dan melakukan rapat dengan para saintis yang ada di kapal maupun di Jakarta serta berkoordinasi serta meminta pendapat dengan senior saintis dari BPPT Wahyu Pandu, kapal Baruna Jaya akhirnya diputuskan memindahkan lokasi pencarian ke titik koordinat baru 3.51.6' Lintang Selatan dan 110 30.2' Bujur Timur. Lokasi ini, masih lanjut Imam, memiliki kecepatan angin mencapai 20 knot.

Ditegaskan Imam, selama pihak Basarnas belum merilis hasil pencarian dan mendapatkan bukti yang memastikan bahwa pesawat Air Asia QZ 8501 sudah pasti ditemukan serta belum ada perintah berhenti dari Pemerintah, maka pihaknya akan terus membantu melakukan operasi pencarian badan pesawat Asia yang hilang di laut tersebut.

"Area pencarian dari kapal riset Baruna Jaya 1 saat ini berukuran 14x4 km persegi yang terdiri dari 24 lintasan multibeam dengan panjang lintasan 14 km yang harus dilakukan penyapuan oleh kapal Baruna Jaya 1," tandasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya