Berita

ilustrasi

Meski Tak Sempurna Lagi, Proses Identifikasi Jenazah Tetap di Surabaya

SABTU, 03 JANUARI 2015 | 12:22 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Proses identifikasi terhadap korban pesawat Airasia QZ 8501 tetap dilakukan di Surabaya, tidak dipindahkan ke RSUD Sultan Imanuddin, Pangkalan Bun, Kalimantan tengah.

Pasalnya, sebagian besar penumpang Airasia penduduk Provinsi Jawa Timur, apalagi RS Bhayangkara Polda Jatim sangat luas serta fasilitas penyimpanan mayat memadai.

"Dari awal memang sudah dipertimbangkan apakah proses identifikasi di Surabaya atau Pangkalan Bun, dan pilihannya tetap di Surabaya," kata Direktur Eksekutif DVI Polri Kombes Anton Castilani di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Sabtu.


Dia memastikan, proses identifikasi tetap dapat dilakukan sekalipun kondisi jenazah penumpang Airasia yang ditemukan dalam kondisi tidak sempurna.

Bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar, memberikan bantuan satu kontainer pendingin yang diletakan di rumah sakit Sultan Imanudin agar proses pembusukan jenasah tidak cepat terjadi.

"Proses Identifikasi secara keseluruhan tetap dilakukan di Surabaya, dan Pangkalan Bun hanya mengamankan maupun mempersiapkan jenasah memenuhi syarat dalam penerbangan," demikian Anton.

Sebelumnya sekitar pukul 11.00 WIB, sebanyak delapan jenazah tiba di RSUD Sultan Imanuddin. Ke-8 jenazah langsung dimasukkan ke Posko DVI Biddokkes Polda Kalimantan Tengah yang ada di RSUD Sultan Imanuddin untuk dilakukan identifikasi awal oleh tim dokter.

Dengan masuknya delapan jenazah ini, saat ini sudah ada 12 jenazah yang masih ada di RSUD Sultan Imanuddin. Empat jenazah sebelumnya dievakuasi pada Jumat malam dan menunggu dikirim ke Surabaya.

Hingga Sabtu siang ini, sudah ada 30 jenazah yang sudah berhasil dievakuasi tim gabungan. Sebanyak 18 jenazah di antaranya sudah diberangkatkan ke Surabaya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya