Berita

AIRASIA HILANG

Tinggal Satu Keluarga Korban yang belum Serahkan "Antemortem"

JUMAT, 02 JANUARI 2015 | 00:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sampai saat ini sudah 161 keluarga korban kecelakaan pesawat AirAsia QZ8501 yang menyerahkan antemortem atau data yang diperlukan tim identifikasi untuk mencocokkan dengan data korban.

Berarti tinggal satu keluarga yang belum menyerahkan berkas antemortem tersebut. Yaitu atas nama Remio Emanuel, warga Perancis.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan Polda Jatim, Kombespol Budiono dalam keterangan persnya di Surabaya, Kamis petang.


Sementara contoh DNA keluarga korban yang sudah diterima Tim "Disaster Victim Identification" (DVI) Polda Jawa Timur sampai saat ini sebanyak 107 DNA dari total 162 penumpang AirAsia atau kurang 55 contoh DNA.

"Antemortem" merupakan kegiatan "profiling" yakni menyiapkan data orang, seperti rekam medis, sidik jari, termasuk ciri-ciri fisik seperti tahi lalat, tato dan tanda-tanda khusus di tubuh lainnya.

"Berikutnya semua data sekunder itu ditindaklanjuti di postmortem. Setelah teridentifikasi, pasti disampaikan," kata Budiono, seperti dikutip dari Antara.

Budiono mengaku data keluarga korban sangat dibutuhkan untuk mengetahui identitas korban secara pasti, hal ini untuk memastikan jenazah yang ditemukan.

Sementara itu, Budiono mengatakan saat ini TIM DVI Polda Jatim telah usai melakukan identifikasi terhadap empat jenazah yang ada.

"Kita sekarang masih merapikan hasil pemeriksaan postmorthem, dan besok pagi sekitar pukul 09.00 WIB akan digelar rapat rekoinsiliasi untuk membandingkan postmorthem dan antomorthem," katanya.

Meski mengaku telah usai mengidentifikasi empat jenazah, pihaknya masih terus bekerja malam ini karena dua jenazah berjenis kelamin perempuan kembali tiba pada pukul 20.30 WIB di Surabaya. "Kita sampai malam ini masih bekerja dengan adanya tambahan dua jenazah yang baru tiba, dan mudah-mudahan bisa cepat selesai sesuai prosedur," tandasnya. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya