Berita

tb hasanuddin/net

Politik

Ramalan Peta Politik Nasional di Tahun 2015

JUMAT, 26 DESEMBER 2014 | 15:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Situasi politik nasional di tahun 2015 akan dipengaruhi oleh ekses Pemilu 2014 yang membagi parlemen ke dalam dua kelompok koalisi besar yaitu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) dan Koalisi Merah Putih (KMP). Friksi kepentingan dua kelompok koalisi tersebut hingga menjelang tutup tahun 2014 belum selesai 100 persen.

"Tentunya hal ini akan memberikan pengaruh terhadap dinamika Parlemen Indonesia di tahun 2015," ujar Ketua DPD PDIP Jawa Barat TB Hasanuddin dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi (Jumat, 26/12).

Selain friksi dua kelompok koalisi tersebut, ada beberapa catatan situasi politik lain yang harus direfleksikan di tahun 2015. Seperti terbelahnya partai Golkar dan PPP yang menyebabkan ketidakpastian dalam keberpihakan politik terhadap dua kelompok koalisi di Parlemen. Termasuk, dinamika politik seputar Perppu Pilkada yang akan mempengaruhi agenda politik di Parlemen. Hal ini disebabkan karena tarik menarik dan perubahan peta dukungan pada Perppu Pilkada.


"Ini menunjukkan bahwa peta politik dapat saja berubah dengan cepat di tahun 2015," ujar pria yang akrab disapa Kang TB ini.

Selain dinamika politik Perppu Pilkada yang sangat dinamis, munculnya wacana interpelasi terhadap pemerintah yang memunculkan mistrust antara sebagian koalisi partai Politik di Parlemen.

"Implikasinya, semangat kebersamaan dalam memajukan kepentingan bangsa menjadi terhambat akibat sulitnya membangun rasa saling percaya," sambung dia.

Selain dinamika politik parlemen, situasi politik di tahun depan juga akan bergantung pada hasil kongres tiga partai besar yaitu PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional yang akan diadakan di tahun 2015.

"Tentunya hasil dari kongres tiga partai besar ini akan sangat menentukan arah perjalanan ketiga partai tersebut dan menentukan peta politik nasional di tahun 2015 walaupun akan sangat sulit memprediksi hasil dari kongres ketiga partai tersebut," tandas peraih penghargaan Bintang Emas dari Kantor Berita Politik itu.[wid]
  

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

CELIOS Ungkap Ketimpangan Ekonomi Indonesia 2026

Rabu, 22 April 2026 | 14:13

Penambahan Komando Teritorial Berpotensi Seret TNI ke Politik Praktis

Rabu, 22 April 2026 | 14:05

Mega Syariah Bukukan Akuisisi Dana Pihak Ketiga Rp709 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 14:01

Prabowo Bakal Perbanyak Konser K-Pop di Indonesia

Rabu, 22 April 2026 | 13:49

Konsumsi BBM Harus Bijak di Tengah Gejolak Harga

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

Komisi X DPR Sesalkan Dugaan Kecurangan Peserta UTBK Undip

Rabu, 22 April 2026 | 13:48

YLKI Sebut Pajak Tol Salah Sasaran dan Memberatkan Rakyat

Rabu, 22 April 2026 | 13:38

IHSG Sesi I Terkoreksi ke Level 7.544 di Tengah Ketidakpastian Geopolitik Timur Tengah

Rabu, 22 April 2026 | 13:24

Purbaya Pastikan Nasib Utang Whoosh Sudah Rampung

Rabu, 22 April 2026 | 13:10

Prabowo Jajaki Peluang Kirim WNI Ikut Program Kosmonaut Rusia

Rabu, 22 April 2026 | 12:58

Selengkapnya