. Dualisme kepengurusan DPP Partai Golkar saat ini akan menghancurkan eksistensi Golkar sebagai partai yang besar, yang kelahirannya ditujukan untuk pembangunan bangsa.
Begitu kata Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Sulawesi Barat (Sulbar) Arsad Idrus dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Selasa, 23/12).
Kondisi ini, lanjutnya, memperlihatkan secara telanjang dan massif sikap kekanak-kanakan, tidak cerdas, dan perilaku akrobatik yang menunggangi Golkar hanya demi kepentingan pribadi dan kelompok.
"Dualisme kepengurusan Partai Golkar tidak akan terjadi bila kedua pihak bersikap dewasa dan bertindak layak untuk kepentingan partai, bukan ngotot pada agenda-agenda personal dan kelompok semata," ujarnya.
Arsad berpandangan saran Kementerian Hukum dan HAM terhadap penyelesaian sengketa melalui upaya rekonsiliasi (islah) adalah jalan bijaksana bagi kepentingan partai secara menyeluruh.
"Tapi, upaya islah pasca dikeluarkannya keputusan Kementerian Hukum dan HAM, sejauh ini tidak memperlihatkan progres yang cukup bagus, bahkan cenderung seperti saling menyalahkan dengan mencari-cari kesalahan pihak lawan," sambung Arsad.
Menurut hematnya, kondisi ini menunjukkan bahwa pihak-pihak yang bersengketa tidak serius melakukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai kesepakatan islah. "Kami, AMPG Sulbar mendorong penyelesaian dualisme kepengurusan DPP Partai Golkar diselesaikan dengan jalan islah," ucap Arsad.
Lebih lanjut Arsad mengatakan bahwa AMPG Sulbar menyesalkan sikap dan langkah Aburizal Bakrie, yang memilih berlibur keluar negeri, ketimbang terlibat aktif dan serius mengupayakan langkah rekonsiliasi ketika Partai Golkar dalam kondisi hampir karam.
"Ini menunjukkan sikap tidak peduli terhadap kepentingan Partai Golkar secara menyeluruh," katanya.
Terakhir, pihaknya mengimbau kepada pengurus pusat hingga daerah serta unsur-unsur keluarga besar partai, agar terlibat aktif dalam upaya rekonsiliasi DPP Partai Golkar dan tidak melakukan manuver politik yang kontraproduktif dengan upaya rekonsiliasi.
[rus]