Berita

tb hasanuddin

Dapat Penghargaan dari RMOL, Jenderal TB Janji Tidak Korup dan Maksiat

SENIN, 22 DESEMBER 2014 | 21:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Anggota DPR dari PDI Perjuangan Mayjen (Purn) TB Hasanuddin berkomitmen untuk tidak korupsi, tidak maksiat dan juga tidak tidur saat rapat di gedung Dewan.

Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Militer era Presiden Megawati Soekarnoputri ini mengingat profesi yang ia jalani sekarang sangat berbeda dengan kehidupan TNI yang membesarkannya.

"Saya tahun 2009 mengundurkan diri dari TNI lalu bergabung dengan partai yang disebutkan tadi (PDIP). Saya jujur, sebagai politikus itu terkejut karena kebiasaan sebagai prajurit berbeda dengan politisi," jelas TB Hasanuddin saat memberi sambutan dalam acara Malam Penganugerahan Bintang Emas yang digelar Kantor Berita Politik RMOL di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta (Senin, 22/12).


Dia menceritakan, saat masih di TNI, kalau ditanya atasan dia harus beri jawaban pasti. Misalnya ditanya soal berapa jumlah peluru. Makanya, sebelum menjawab, dia harus menghitung terlebih dahulu. "Siap 7 atau siap 30 komandan," ungkapnya.

Berbeda dengan di dunia politik. Pertanyaan bagaimana seharusnya bisa dijawab dengan bagaimana enaknya. "Kalau ditanya berapa 2 tambah 2, (dijawab) maunya bapak berapa," jelasnya yang langsung disambut gelak tawa.

"Pendekatan nurani sulit didekati. Tapi karena saya sudah terjun di dunia politik, yang sedang gonjang-ganjing ini, saya ikut saja. Saya mohon doa restunya. Yang penting saya tidak diborgol," katanya yang disambut tawa lagi.

Di awal sambutannya,  politikus PDI Perjuangan ini berterima kasih atas penghargaan yang diberikan. Sambil berkelakar dia menilai, penghargaan yang ia terima malam ini lebih besar dari sekitar 15 tanda jasa yang pernah ia terima.

"Ini yang paling besar. Karena tidak bisa dipasang di dada saya," katanya sambil mengangkat piala. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya