Berita

foto:net

Dunia

PBB Tuntut Israel Bayar 850 Juta Dolar AS ke Lebanon

MINGGU, 21 DESEMBER 2014 | 03:54 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebuah resolusi dikeluarkan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meminta Israel membayar ganti rugi sebesar 850 juta dolar AS kepada Lebanon atas tumpahan minyak yang terjadi selama perang dengan Hezbollah pada 2006 silam.

Sebanyak 170 negara mendukung resolusi sementara enam negara menolak. Disebutkan dalam resolusi tersebu bahwa insiden tumpahan minyak merupakan bencana lingkungan hidup yang menyebabkan polusi secara luas.

Menanggapi hal ini, delegasi Israel mengatakan bahwa resolusi itu bias. Resolusi dinilai dikeluarkan sebagai bagian menciptakan agenda anti Israel di PBB.


"Resolusi ini dikeluarkan jauh setelah efek tumpahan minyak terjadi dan bertujuan tidak lain yaitu berkontribusi menciptakan agenda anti-Israel di PBB," ujar pernyataan delegasi Israel yang kepada kantor berita Associated Press tidak disebutkan namanya (Minggu, 21/12).

Konflik 2006 terjadi ketika kelompok Hezbollah Lebanon melancarkan serangan dan menangkap dua serdadu Israel. Pihak Israel membalas dengan melancarkan serangan udara dan laut di seluruh Lebanon dan memobilisasi pasukan ke Lebanon selatan. Akibatnya, lebih dari 1.000 orang Lebanon, sebagian besar warga sipil, dan sekitar 160 orang Israel yang sebagian besar serdadu tewas.

Dalam pertempuran itu, armada jet tempur Israel menggempur sebuah pembangkit listrik yang mengakibatkan sebanyak 15.000 ton minyak tumpah ke bagian timur Laut Mediterania. Tumpahannya kini melebar 120 kilometer sepanjang pesisir laut.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya