Berita

Ikhsan Modjo

Inilah Saran Demokrat kepada Jokowi Menghadapi Guncangan Ekonomi

SABTU, 20 DESEMBER 2014 | 09:59 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintahan Joko Widodo disarankan meningkatkan intensitas koordinasi dan sinkronisasi fiskal dan moneter dengan berbagai lembaga seperti Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan dan Kementerian Keuangan dalam menghadapi melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat.

Koordinasi yang terjaga dan respon kebijakan makro atau mikro prudential yang terukur akan menjamin ketenangan dunia usaha.

"Intensitas koordinasi yang terarah juga akan menunjukkan ke pasar bahwa negara hadir dan secara serius menjaga stabilitas ekonomi," jelas  Juru Bicara DPP Partai Demokrat Ikhsan Modjo dalam pesan singkat kepada Kantor Berita Politik RMOL pagi ini (Sabtu, 20/12).


Dia juga menilai, ekspansi fiskal melalui pembangunan infrastruktur adalah penting. Tapi tetap perlu dilakukan secara terukur dan berhati-hati.  

"Ekspansi fiskal yang serampangan yang kaya wacana tapi tidak diiringi perencanaan yang matang dan eksekusi program yang baik hanya akan menghasilkan pembangunan yang sub-optimum," ujar Ikhsan.

Selain itu, Ikhsan yang juga seorang okonom ini menjelaskan, pentingnya menjaga dan memperhatikan daya beli masyarakat khususnya golongan yang tidak mampu dan miskin. Pada titik ini, peran kebijakan fiskal dan anggaran negara sebagai satu instrumen keadilan dan stimulus harus dioptimalkan.

"Pemerintah jangan hanya memikirkan dunia usaha dan pelaku industri dengan menjanjikan berbagai insentif. Sebaliknya, dalam suasana ekonomi global seperti dewasa ini, hal yang paling pokok dijaga adalah daya beli konsumen yang merupakan penopang utama ekonomi dan pertumbuhan Indonesia," katanya mengingatkan.

Lebih jauh, dia menambahkan, berbagai program-program pro-rakyat era pemerintahan SBY seperti BLSM, BSM, PKH dan Kesehatan  gratis bagi warga tidak mampu yang dilanjutkan Jokowi adalah tepat meski dengan melengkapinya dengan kartu-kartu.

"Tapi lebih tepat bila di saat yang sama berbagai program yang juga baik untuk rakyat kecil seperti Beras Miskin (Raskin) tidak diwacanakan dicabut, tapi justru ditingkatkan dengan penyasaran (targeting) yang lebih tepat dan delivery process yang lebih baik," bebernya.

Apalagi sebelumnya pemerintah telah menaikkan harga BBM bersubsidi sehingga praktis tidak ada lagi mensubsidi BBM dan berencana meningkatkan lagi tarif dasar listrik dan harga elpiji.

Mantan Direktur Indef ini juga berpendapat, upaya memperkuat mata uang nasional juga bisa dilakukan dengan mengambil langkah terukur untuk merepatriasi modal pelaku ekonomi nasional di luar negeri, serta keharusan menggunakan mata uang rupiah dalam bertransaksi di dalam negeri perlu kembali dipertegas dan diperkuat.

"Misalnya dengan mewajibkan kontraktor-kontraktor migas domestik untuk menggunakan mata uang nasional ini," tandasnya.

Terakhir, Demokrat memandang upaya mempersiapkan protokol krisis yang sempat terbengkelai perlu dilanjutkan. Pemerintah perlu segera meng-instigasi ulang RUU Jaring Pengaman Sistem Keuangan yang sempat tertunda. Hal ini untuk menyiapkan kemungkinan terburuk di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Ikhsan menjelaskan, beberapa saran dari Demokrat tersebut merujuk pada langkah serta strategi kebijakan Pemerintahan SBY sebelumnya yang juga beberapa kali sempat diuji oleh deraan guncangan ekonomi. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya