Berita

Politik

Nasdem: Pemerintah Jangan Hanya Terjebak Upah Buruh

KAMIS, 18 DESEMBER 2014 | 20:12 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Pembukaan UUD 1945 menyebutkan bahwa negara dibentuk dengan tanggungjawab sosial. Negara bukan hanya sekadar mempertemukan berbagai kepentingan tapi negara juga harus mengedepankan kepentingan bersama.

"Negara Indonesia dibentuk tidak semata kepentingan tapi ada cita-cita bersama. Ada berperan dan tanggung jawab negara dalam mengurus rakyatnya," kata Ketua DPP Nasdem Martin Manurung dalam diskusi publik bertajuk 'Pengaruh kenaikan BBM dan Kenaikan Upah Minimum Pekerja untuk Kesejahteraan Rakyat' yang digelar di Auditorium DPP Nasdem, Jakarta, Kamis (18/12).

Dijelaskan Martin, ketika masuk ke level ekonomi, negara harus memiliki keberpihakan kepada rakyat walaupun ada berbagai kendala dan tantangan dari sisi teknis. Ini kemudian yang menjadi tantangan pemerintah sekarang.


Dalam peristiwa kekinian terkait perkembangan ekonomi Indonesia, terutama kenaikan BBM dan tuntutan upah dari para buruh, Ketua Garda Pemuda Nasdem ini melihat bahwa pemerintah masih terfokus dalam sisi penerimaan upah buruh tapi belum ada langkah kongkrit menekan sisi pengeluaran buruh seperti biaya pendidikan, kesehatan, perumahan, transportasi, dan lain-lain.

"Saya mengusulkan pemerintahan yang baru ini tidak terus menerus terjebak di perdebatan penerimaan (upah) semata. Tapi lebih jauh dalam hal ini, Kemenakertrans memiliki pendekatan baru harus bisa menekan pengeluaran buruh baik dari sisi biaya hidup, kesejahteraan dan kesehatan maupun pendidikan," sambungnya.

Martin mencontohkan, dari kesehatan, bagaimana negara berusaha untuk membuat biaya kesehatan buruh itu rendah, lalu pendidikan bagi anak-anak buruh harus rendah, perumahan harus lebih murah.

"Jadi ini yang harus mulai dilakukan pemerintah. Dengan demikian pemenuhan tuntutan upah layak dan hidup layak bagi buruh dapat terpenuhi, sebab kebutuhan hidup layak ini merupakan kebutuhan hidup dasar manusia," pungkasnya.

Dalam acara tersebut hadir Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, Ketua Umum Kasbi, Nining Elitos dan pengamat politik Roysepta Abimanyu.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya