Berita

Ibnu Mundzir/net

Politik

GEJOLAK GOLKAR

Kubu Agung: Jalan Damai Tak Bisa Ditempuh Lewat Mahkamah Partai

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 12:27 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Partai Golkar kubu Agung Laksono memastikan masih membuka jalan islah alias damai dengan kubu Aburizal Bakrie (ARB). Namun begitu, jalan damai yang diinginkan itu tidak bisa ditempuh melalui mahkamah partai.

Pasalnya, kubu Munas Ancol menganggap bahwa mahkamah partai pengurus lama sudah mati seiring dengan penyelenggaraan dua munas, yaitu Munas Bali dan Jakarta. Dengan berakhirnya masa jabatan DPP versi Munas Riau tahun 2009, maka secara otomatis mahkamah partai juga ikut demisioner. Sehingga yang terjadi saat ini, masing-masing kubu punya mahkamah partai sendiri-sendiri.

"Mahkamah partai tidak akan mungkin bisa menyelesaikan. Kalau mereka (kubu ARB) bikin mahkamah partai kita juga bikin mahkamah partai. Maka jalan keluarnya kita tunjuk tim perunding," ujar Ketua DPP Golkar kubu Agung Laksono, Ibnu Mundzir saat ditemui di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 17/12).


Pernyataan ini diamini langsung oleh Leo Nababan yang ikut hadir menyerahkan nama kepengurusan fraksi Golkar ke pimpinan DPR. Menurutnya, pernyataan islah diselesaikan dalam mahkamah partai adalah pemikiran yang ngawur, mengingat kedua kubu punya mahkamah partai.

"Kami tolak (damai lewat mahkamah partai) karena semua pengurus DPP Munas Riau sudah demisioner. Jadi jangan ngawur. Saat ini kepengurusdan ada dua dan dua-duanya equal," sambung Leo yang juga ketua DPP Golkar kubu Agung.

Jalan damai yang diinginkan kubu Agung saat ini adalah mendudukkan juru runding kedua kubu dalam sebuah forum. Juru runding ini yang nantinya akan mencarikan solusi damai bagi kedua kubu.

"Yang paling mungkin adalah menunjuk tim perundingan dari dua pihak. Sana tunjuk siapa, kita juga tunjuk siapa," tandas Leo. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya