Berita

gede pasek suardika/net

Politik

Ini Alasan Gede Pasek Maju Calon Ketum Demokrat

RABU, 17 DESEMBER 2014 | 09:20 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sebagai respon terhadap upaya tidak demokratis untuk memaksa pimpinan cabang dan daerah membuat pernyataan dan mendukung secara aklamasi calon tunggal yang akan maju. Begitu alasan Gede Pasek Suardika maju mencalonkan diri sebagai calon ketua umum Partai Demokrat di Kongres 2015.

"Ada upaya tidak demokratis memaksa DPC dan DPD membuat pernyataan bermaterai mendukung calon tunggal," ujar anggota DPD RI itu saat dihubungi wartawan (Rabu, 17/12).

Alasan kedua, lanjut Pasek, sebagai respon terhadap fakta yang ditemukan di lapangan. Fakta itu adalah banyak ketua DPC yang di-PLT, walaupun surat pemecatan itu tidak ditandatangani oleh Ketua Harian Syarief Hasan dan Sekjen Ibas Yudhoyono. Padahal di satu sisi mereka yang di-PLT itu adalah loyalis yang memilih SBY pada kongres sebelumnya.


"Saya sudah temukan puluhan. Kalau begini terus, roda organisasi tidak berjalan sehat. Biarkan kader yang memiliki hak untuk mencalonkan diri maju sebagai calon ketua umum," sambung Pasek.

Tidak hanya itu, Pasek juga berkeinginan untuk menghapus paradigma bahwa Demokrat adalah partai keluarga. Menurutnya, Demokrat tidak boleh menjelma sebagai partai kerajaan.

"Saya ingin menerobos paradigma bahwa Demokrat itu partai keluarga. Tapi kalau partai berazaskan kekeluargaan boleh. Tapi jangan jadi partai keluarga atau partai kerajaan," lanjutnya.

Fakta bahwa Ketua Umum Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan calon incumbent terkuat, tidak menggoyahkan langkah Pasek untu tetap maju. Menurut hematnya, dalam sebuah pemilihan harus ada kompetisi yang terjadi untuk menegakkan demokrasi dengan memberikan alternatif pilihan.

"Ibarat piala dunia, masa tidak ada kompetisi? Masa akan membiarkan Jerman menang? Biarkan lah Indonesia ikut supaya ada kompetisi," ujar Pasek menganalogikan.

"Saya ingin membangun Demokrat dengan karakter kader pejuang, bukan penikmat. Makanya kalau kader berkarakter sengkuni tidak akan nyaman dengan karakter
saya. Mereka pasti akan belingsatan," tandas loyalis mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum itu. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya