Berita

rizal ramli/twitter

Rizal Ramli: Menyakitkan jika Penampilan Merakyat, tetapi Kebijakan Tak Berpihak

SABTU, 13 DESEMBER 2014 | 07:31 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Mantan Menko Perekonomian DR. Rizal Ramli menyindir Presiden Joko Widodo yang selama ini mengklaim merakyat dan berasal dari rakyat.

"Lebih penting mana penampilan fisik yg merakyat atau kebijakan ekonomi yg berpihak untuk rakyat?" cuit DR. Rizal melalui akun Twitter-nya @RamliRizal pagi ini (Sabtu, 13/12).

Menurutnya, menyakitkan jika hanya penampilan pemimpin merakyat, tetapi kebijakan tidak berpihak pada mayoritas rakyat.


"Pemimpin jika hanya dikelilingi pedagang, apalagi KKN pula, kebijakannya hanya pro-bisnis dan bond holders," sambungnya.

Ekonom senior jebolan Boston University ini membandingkan pemimpin sekarang dengan para pendiri bangsa.

"Soekarno, Hatta, Ali Sostroamidjoyo adalah contoh pemimpin2 dgn penampilan parlente tetapi kebijakannya sangat nasionalis dan pro rakyat," tegasnya.

DR. Rizal Ramli termasuk yang menolak kebijakan Jokowi menaikkan harga BBM. Tapi tak asal menolak. Dia punya solusi atas besarnya alokasi subsidi bahan bakar minyak (BBM) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Yaitu, dengan mekanisme subsidi silang. (Baca: Ini Penjelasan Lengkap Jalan Tengah Subsidi BBM dari Rizal Ramli)

Tak hanya itu, dia juga menolak rencana Wapres Jusuf Kalla yang akan menaikkan harga LPG 3 kg. Menurutnya itu adalah bentuk sikap yang hanya mempertimbangkan kepentingan bisnis, tidak peduli kepada nasib rakyat kecil.

"Jika Presiden Jokowi setuju dengan kenaikan harga LPG 3 kg tersebut, dia telah terperangkap dengan pola pikir JK. Hanya pertimbangan bisnis finansial, lupa dengan tanggung jawab terhadap rakyat kecil. Kok tega-teganya,” ujar DR Rizal sebelumnya.  [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya