Berita

sby

Ini Bahaya yang Mengancam Demokrat

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 22:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Klaim Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono, bahwa partainya sebagai penyeimbang antara kekuatan parlemen dan pemerintah dipertanyakan.

Pasalnya, kalau memang nonblok, Demokrat tentu sejak awal tidak larut dalam 'perkelahian' antara Koalisi Merah Putih dan Koalisi Indonesia Hebat, apalagi masuk di dalam salah satunya. Namun faktanya, PD bergabung dalam KMP dan mendapat posisi di pimpinan DPR, MPR dan kursi-kursi pimpinan komisi dan AKD DPR.

"Implikasinya, PD bisa jadi akan dipandang publik di Indonesia telah menjual dirinya demi gengsi elitnya," ujar pengamat politik senior, AS Hikam, seperti dikutip dari akun Facebooknya malam ini (Kamis, 11/12).


Alasannya, publik dengan terang benderang mengikuti dan melihat langsung sandiwara-sandiwara yang digelar sejak UU Pilkada dibahas di DPR sampai keluarnya Perppu tersebut.

"Bahkan banyak komentar dari kalangan KMP sendiri yang menuding PD sebagai pihak yang inkonsisten dan sumber masalah!" tegas Hikam.

Ancaman terjadinya kemerosotan marwah dan elektabilitas PD kini semakin dilengkapi dengan langkah-langkah politik bunglon yang tidak cerdas tersebut. Alih-alih PD akan bangkit pada 2019, Hikam khawatir yang terjadi adalah justru sebaliknya.

"Partai ini akan semakin ditinggalkan oleh para pendukungnya sebab makin tingginya ketidakpercayaan rakyat yang diharap akan memilih dalam Pileg nanti," ungkapnya.

Karena itu, dia menyarankan SBY tidak melanjutkan beretorika lagi. tetapi bersikap seperti negarawan yang benar-benar berpikir dan bertindak untuk kepentingan bangsa. "Bukan hanya kepentingan partai, apalagi hanya kepentingan pribadi dan orang-orang di sekitarnya," demikian Hikam. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya