Berita

Berbahaya kalau Pemerintah Intervensi Konflik di Tubuh PPP

KAMIS, 11 DESEMBER 2014 | 22:03 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Partai Politik harus terbebas dari pengaruh kekuasaan. Parpol  juga bebas memutuskan untuk bergabung dengan penguasa atau di luar pemerintah.

"Partai politik berguna sebagai penengah konflik yang terjadi, bukan pemerintah," kata pengamat politik dari Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahuddin saat dihubungi wartawan Kamis (11/12) menanggapi sinyalemen campur tangan pemerintah dalam konflik PPP.

Kata dia, campur tangan pemerintah pada konflik yang terjadi di tubuh PPP merupakan sesuatu yang berbahaya. Pasalnya, pemerintah bisa saja dianggap menyalahgunakan wewenang demi melanggengkan kekuasaan.


"Oleh karenanya saya menilai pemerintah perlu mengkaji pengurusan organisasi partai ke lembaga Independen," katanya.

Said menilai pengesahan Kemenkumham terhadap kepemimpinan kubu PPP Romahurmuzy adalah tamparan yang serius. Apalagi Kemenkumham terburu-buru mengesahkan kepemimpinan tersebut sebelum konflik internal diselesaikan.

"Harusnya sudah ada keputusan islah terlebih dulu dari PPP, baru Kemenkumham mengeluarkan pengesahan," jelas Said.

Lebih lanjut dia berharap kedua kubu di PPP, baik kubu Romi maupun Djan Faridz, sama-sama membuka kembali peluang untuk islah. "Saya harap semangat islah dari kedua kubu tidak berhenti," tukasnya. [zul]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Pledoi Petrus Fatlolon Kritik Logika Hitungan Kerugian Negara

Kamis, 23 April 2026 | 00:02

Tim Emergency Response ANTAM Wakili Indonesia di Ajang Dunia IMRC 2026 di Zambia

Kamis, 23 April 2026 | 00:00

Diungkap Irvian Bobby: Noel Gunakan Kode 3 Meter untuk Minta Rp3 Miliar

Rabu, 22 April 2026 | 23:32

Cipayung Plus Tekankan Etika dan Verifikasi Pemberitaan Media Massa

Rabu, 22 April 2026 | 23:29

Survei TBRC: 84,6 Persen Publik Puas dengan Kinerja Prabowo

Rabu, 22 April 2026 | 23:18

Tagar Kawal Ibam Trending X Jelang Sidang Pledoi

Rabu, 22 April 2026 | 23:00

Dorong Transparansi, YLBHI Diminta Perkuat Akuntabilitas Publik

Rabu, 22 April 2026 | 22:59

Penyelenggaraan IEF 2026 Bantah Narasi Sawit Merusak Lingkungan

Rabu, 22 April 2026 | 22:52

Belanja Ramadan-Lebaran Menguat, Mandiri Kartu Kredit Tumbuh 24,3%

Rabu, 22 April 2026 | 22:32

Terinspirasi Iran, Purbaya Kepikiran Pajaki Kapal yang Lewat Selat Malaka

Rabu, 22 April 2026 | 22:30

Selengkapnya