Berita

munir

Terpidana Pembunuh Munir Bebas, Jokowi Terbukti Jadikan Isu HAM Komoditas Politik

RABU, 10 DESEMBER 2014 | 17:30 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pollycarpus Budihari Priyanto, terpidana kasus penumbuhan aktivis HAM Munir, mendapa pembebasan bersyarat dari Kementerian Hukum dan HAM.  Hal itu menjadi bukti bukti pemerintahan Jokowi-JK tidak serius dalam penegakan HAM di Indonesia.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pemuda Pertahanan Nasional (Papernas) Mora Harahap terkait Hari HAM se-Dunia yang diperingati setiap 10 Desember, yang jatuh hari ini.

”Saat kampanye Pilpres lalu, Jokowi berkali-kali menjadikan isu HAM sebagai bahan kampanye. Tapi kini komitmen tersebut dipertanyakan. Apalagi dengan memberikan pembebasan bersyarat kepada Pollycarpus membuat kasus Munir menjadi kabut gelap bagi penegakan HAM di Tanah Air," ungkap Mora.


Hakikat penegakan HAM adalah negara tidak boleh lemah. Negara tidak boleh dikalahkan. Karena HAM bukan saja persoalan hukum, tetapi kemauan politik dari pemerintah itu sendiri.

"Persoalan HAM bukanlah murni persoalan hukum, melainkan harus didorong oleh kemauan politik untuk menjalankannya," ungkapnya.

Sehingga penegakan HAM tidak hanya dijalankan pemerintah melalui Menkumham tapi juga oleh Polisi dan Kejaksaan.

"Kita tidak menginginkan isu HAM ini hanya menjadi komoditas politik Jokowi saat kampanye. Jika itu terjadi maka tidak ada bedanya pemerintahan sekarang dengan yang lalu," imbuh Mora.

Menurutnya, yang terpenting saat ini Jokowi harus berani mengungkap pemberi perintah atas pembunuhan Munir.

"Jika Jokowi berani memberikan jalan bebas bersyarat kepada Pollycarpus, maka Jokowi juga harus berani menangkap orang yang memberi perintah untuk membunuh Munir," demikian Mora yang juga mantan Ketua DPP IMM ini. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya