Berita

foto:net

ITW: Gagal, Polri Harus Evaluasi Operasi Zebra!

RABU, 10 DESEMBER 2014 | 09:29 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Polri didesak untuk mengevaluasi pelaksanaan operasi Zebra dan berbagai bentuk operasi lalu lintas lainnya. Sebab, tidak ada jaminan operasi yang digelar bisa meningkatkan kesadaran tertib lalu lintas masyarakat. Bahkan, sebagian masyarakat menganggap operasi yang dilakukan Polri itu untuk mempersulit kegiatannya.
 
"Operasi Zebra membuktikan Polri gagal mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas," ujar Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW), Edison Siahaan, Rabu (10/12).
 
Menurutnya, kegagalan tersebut terbukti dari hasil operasi Zebra selama 14 hari sejak 26 Nopember-9 Desember 2014 yang digelar Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya. Hanya dengan waktu yang relatif singkat, jumlah pengendara yang ditindak karena melanggar aturan sebanyak 80.960 ribu, sedangkan yang mendapat teguran mecapai 14.343 pengendara. Sementara jumlah kecelakaan sebanyak 112 peristiwa atau meningkat 12 persen dari operasi Zebra 2013 yang hanya 100 peristiwa.


Kemudian jumlah korban kecelakaan saat operasi Zebra 2014 tercatat sebanyak 136 korban sedangkan operasi Zebra 2013 sebanyak 123 orang, artinya terjadi peningkatan 10,57 persen. Tidak hanya itu, jumlah korban yang meninggal dan luka berat maupun luka ringan terus meningkat.
 
"Kalau jumlah pelanggaran, kecelakaan terus meningkat lalu apakah operasi Zebra bisa dikatakan efektif. Sebaiknya Polri segera melakukan evaluasi," tegas Edison.
 
Selain itu, ITW meminta kepada pimpinan Polri agar perwira Polri yang menduduki jabatan sebagai Dirlantas di seluruh wilayah Indonesia adalah sosok yang benar-benar memahami dan memiliki kepedulian serta kemampuan mewujudkan Kamseltibcar. Bukan perwira yang hanya berorientasi pada kegiatan registrasi dan identifikasi semata. Tetapi seorang perwira yang mampu memotivasi semua elemen masyarakat untuk menjadikan tertib lalu lintas sebagai budaya dan potret modrenisasi.
 
Sebab, Edison mengingatkan, UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengamanatkan, Polri bertanggungjawab untuk mewujudkan dan memelihara keamanan lalu lintas. Amanat itu dapat diwujudkan, tidak hanya dengan melakukan penindakan, atau menjatuhkan sanksi, atau dengan menggelar operasi. Sebab, ada juga sebagian masyarakat menganggap penegakan hukum atau operasi yang digelar kepolisian hanya untuk mencari-cari kesalahan sehingga mempersulit aktivitasnya.
 
"Kepolisian juga harus memahami kondisi itu, dan berupaya agar masyarakat mengerti bahwa tindakan polisi untuk mewujudkan ketertiban demi keselamatan masyarakat di jalan raya," ujar Edison.
 
Menurut Edison, meningkatkan kesadaran masyarakat akan lebih efektif, jika Polri mendorong dan memberikan peran penting kepada kelompok atau lembaga-lembaga masyarakat untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang terkait dengan tertib lalu lintas. Kemudian meningkatkan kuantitas dan kualitas kegiatan seperti melalui pendidikan, pelatihan, bimbingan dan penyuluhan. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya