Berita

anies baswedan/net

Politik

Revisi Kebijakan Kurikulum 2013 Mengoreksi Warisan Buruk M. Nuh

MINGGU, 07 DESEMBER 2014 | 20:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Rasyid Baswedan menyetop pelaksanaan kurikulum 2013 perlu diapresiasi. Keputusan Menteri Anies itu sudah tepat karena bisa menghentikan kekacaubalauan di bidang pendidikan dasar dan menengah.

Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam. Menurut dia Mendikbud sebelumnya, Muhammad Nuh, membuat kebijakan kurikulm 2013 hanya bedasarkan kejar tayang untuk popularitas semata, dan sama sekali tidak berfikir tentang pendidikan bangsa dan generasi muda, apalagi berfikir tentang nasib bangsa.

"MN (Muhammad Nuh) dan para pejabat seperti Wamendikbudnya, kendati bergelar Profesor, terkesan tidak memiliki empati dan pandangan jauh ke depan terhadap perkembangan bangsa dan hanya memikirkan bagaimana program tersebut berlaku. papar Hikam dalam akun facebooknya (Minggu, 7/12).


Dia yakin kebijakan Menteri Anies ini akan disambut baik oleh mayoritas pelaksana pendidikan dasar dan menengah karena mereka menganggap sejak awal kebijakan kurikulum 2013 membawa masalah. Misalnya, mengutip pandangan figur pendidik terkemuka Prof. Dr. Yohannes Surya, kurikulm 2013 menimbulkan kerancuan dalam metode pembelajaran sains.

Meski demikian, kata dosen senior HUbungan Internasional  Presiden University ini, kebijakan penyetopan kurikulum 2014 dan memberlakukan kurikulum 2006 juga perlu dikritisi. Anies Basedan perlu memantau perkembangan yang ada di lapangan, setidaknya agar kebingungan dan kekacauan tidak terjadi.

Selain itu, perlu juga ada perbaikan-perbaikan dalam pelaksanaan termasuk evaluasi apakah kurikulm 2006 sudah cukup atau masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Terutama keberhasilan pendidikan di level SD adalah yang paling penting dan menentukan kualitas para anak didik di masa depan.

"Sambil mengapresiasi langkah Mendikbud, kita perlu terus memantau dan memberi masukan kepada Pemerintah agar pendidikan dasar benar-benar menjadi landasan utama bagi pemajuan, pencerdasan, dan pencerahan bangsa kita," demikian Hikam.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya