Berita

net

Blitz

Sharp Ajak Anak Yatim Nonton Perdana Doraemon Stand by Me

SABTU, 06 DESEMBER 2014 | 02:57 WIB | LAPORAN:

Siapa tak kenal tokoh Doraemon? robot kucing animasi asal negeri Sakura ini memang sudah mendunia. Tak heran, banyak perusahaan berlomba-lomba menjadikan Doraemon sebagai simbol promoainya.

PT Sharp Electronics Indonesia (SEID) menggencarkan strategi untuk memperkuat posisi sebagai pabrikan Jepang di Indonesia. Memanfaatkan momentum dirilisnya film Doraemon berjudul Stand by Me di Indonesia, Seid menggelar acara nonton bareng penayangan perdananya dengan para konsumen di Blitz Megaplex, Jakarta, Jumat malam (5/12).

"Sejak awal tahun ini, Sharp memang telah mendapuk tokoh kartun Doraemon sebagai ikon dari kampanye regionalnya yang diberi nama Love Life. Kampanye ini mewakili keinginan perusahaan kami untuk mempersembahkan produk dan layanan yang mendekatkan setiap anggota keluarga (Love) dan membuat hidup mereka lebih bersemangat (Life)," jelas Takaya Wakasumi selaku Direktur SEID untuk Divisi Sales, Branding, dan Customer Satisfaction kepada .


Doraemon digandeng sebagai brand ambassador karena dianggap paling pas untuk menggambarkan Sharp. Sosok serba bisa yang mampu mengeluarkan barang-barang unik dan inovatif, serta sangat kental akan citra Jepang dinilai menjadi simbol perusahaan ini.

Di acara tersebut, perusahaan ini juga mengajak serta puluhan anak yatim dari Panti Asuhan Putra Nusa Jakarta untuk nonton bareng premier Doraemon Stand by Me.

Senior General Manager Brand Strategy Group Division Seid Masahito Matsumura yakin sifat Doraemon yang ramah dan suka menolong dapat menjadi figur teladan untuk mengajarkan pentingnya persahabatan kepada anak-anak melalui film.

"Kami berharap anak-anak mampu menerapkan pesan moral yang dapat dipetik dari cerita dalam film Stand by Me ini. Seperti gigih bekerja dan pantang menyerah demi meraih masa depan yang lebih cerah," tukasnya. [why]

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya