Berita

Saleh Daulay

TPG Guru Agama Belum Dibayar, Kemendikbud-Kemenag harus Segera Koordinasi

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 11:03 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Ketua Komisi VIII DPR RI Saleh P. Daulay mengharapkan agar pemerintah segera berkoordinasi. Sejauh ini, kelihatan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan belum memiliki kesamaan pandangan. Terbukti, guru-guru agama yang berada di bawah Kemendikbud rata-rata belum menerima tunjangan profesi guru (TPG).

"Karena alokasi anggaran pendidikan di Kemendikbud lebih besar, ya mestinya mereka ikut membayarkan. Apalagi, NIP guru-guru tersebut adalah diawali dengan nomor 130 (NIP khusus kemendikbud), bukan 150 (NIP khusus kemenag). Dari NIP-nya saja sudah kelihatan siapa yang bertanggung jawab. Jadi, jangan saling tunggu dan saling lempar tanggung jawab," jelas Saleh.

Saat beraudiensi dengan dengan Komisi VIII DPR kemarin, Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam Indonesia (AGPAII) Jawa Timur dan DKI Jakarta mengadukan persoalan tunggakan pembayaran TPG yang belum dibayarkan Kemenag sejak tahun 2008. Selain itu, guru agama yang di bawah naungan Kemendikbud paling banyak yang tidak dibayarkan TPG-nya. (Baca: Tunjangan Profesi Belum Dibayar, Guru Agama Mengadu ke DPR)


"Kemarin, salah seorang anggota Komisi VIII sempat bertanya, aneh kok negara berutang pada guru? Kemana anggaran 20 persen yang dijaminkan konstitusi bagi dunia pendidikan?" sambung Saleh Ketua DPP PAN ini.

Komitmen pemerintah dalam hal ini sangat ditunggu. Apalagi, melalui kenaikan harga BBM pemerintah dinilai sudah memiliki cukup dana untuk mengalokasikan dana pembayaran tunggakan itu. Karena itu, sangatlah bijak bila pemerintah mengutamakan masalah ini daripada yang lain.

"Kalau mau bagi kompensasi BBM, ya diberikan kepada guru-guru itu sangat baik. Mereka kan kunci utama dalam melakukan reformasi mental yang dicanangkan presiden Jokowi. Kasihan kalau yang lain diingat, guru-guru tanpa tanda jasa ini dilupakan," tegas Saleh. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Zero ODOL Sulit Diterapkan, DPR Ingatkan Risiko Inflasi di Sektor Logistik

Jumat, 10 April 2026 | 12:14

Catut Nama Pimpinan KPK, Komplotan Pegawai Gadungan Peras Anggota DPR

Jumat, 10 April 2026 | 11:51

Sentimen Perang Picu Spekulasi Logistik: Ancaman Baru bagi Stabilitas Pangan Nasional

Jumat, 10 April 2026 | 11:39

Komplotan Pegawai KPK Gadungan Dibongkar, 17.400 Dolar AS Disita dari Aksi Pemerasan

Jumat, 10 April 2026 | 11:28

DPR: Sejumlah Jalan Tol Cacat Sejak Awal Konstruksi

Jumat, 10 April 2026 | 11:16

Emas Antam Makin Mahal, Cek Daftarnya Hari Ini

Jumat, 10 April 2026 | 11:05

KPK-Polda Metro Tangkap 4 Pegawai Gadungan di Jakarta Barat

Jumat, 10 April 2026 | 11:03

Ini Kronologi Kasus Petral yang Menjerat Riza Chalid dan Enam Tersangka Lainnya

Jumat, 10 April 2026 | 10:53

Bulan Ini Prabowo Bakal Groundbreaking 21 Proyek Hilirisasi dan 29 Titik PSEL

Jumat, 10 April 2026 | 10:49

KPK Terapkan Skema Kerja BDR-BDK untuk Dukung Efisiensi Energi

Jumat, 10 April 2026 | 10:34

Selengkapnya