Berita

Sigit Hariyanto/net

Politik

Kubu Romy Bantah Lakukan Penyerangan Kantor PPP

KAMIS, 04 DESEMBER 2014 | 11:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pihak M Romahurmuziy membantah melakukan perusahan dan penyerangan kantor DPP PPP di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa kemarin (2/12).

"Tidak betul itu. Saya ada di DPP mengamati," kata Ketua DPP PPP Sigit Hariyanto dalam katerangannya, Kamis (4/12).

Lebih tidak betul lagi, lanjut Sigit, kelompok yang datang atas perintah ketua umum PPP versi Surabaya Romy. Karena, dokumen apapun yang seolah-olah berisikan perintah penyerangan yang disebutkan di tanda tangan ketua umum dipastikan palsu atau rekayasa.


"Dari awal DPP PPP mengedepankan cara bermartabat dalam mengelola partai. Tapi justru kantor terus diduduki (kubu Djan Farid dan Suryadharma Ali). Ketika hari Selasa kemarin diingatkan dengan cara damai, justru pagar digembok dan diistilahkan ada penyerbuan. Saya hanya menyerukan kembalilah ke jalan persaudaraan," terang Sigit.

Ia juga menghimbau pihak Djan Farid jangan mengumbar pernyataan yang memperkeruh pergaulan antar umat beragama, karena semua yang dituduhkan adalah imajinasi untuk lari dari persoalan sebenarnya, yaitu absennya legalitas dan tak adanya dukungan kepengurusan dari bawah.

"Sungguh memprihatinkan terus menari di atas emosi sektarian, apalagi ada mantan Menag (Suryadharma Ali). Bagaimana mungkin ada perusakan musolla di dalam pagar, sedangkan ratusan polisi membarikade di luar pagar. Kalau ada penyerbuan, pastilah aparat sudah bertindak," terangnya.

Sigit juga menghimbau pihak seberang agar tidak bermain api SARA dengan menyulut emosi umat beragama.

"Kasian saudara-saudara sebangsa kita non muslim yang ditarik-tarik ke dalam persoalan ini padahal tidak pernah ada. Siapa yang mulai menduduki sejak 12 Sep 2014, sampai hari ini tidak mau pergi dengan tak ada alasan? Sudah tanda tangan kesepakatan islah (damai) penggunaan bersama kantor DPP, baru 2 jam bapak tarik sepihak dengan alasan adanya tekanan, padahal jelas ada ratusan aparat yang memediasi. Ini akhlak macam apa? Saya himbau saudara-saudara ku, sadar dan bertobatlah. Partai dan kantor ini milik umat, bukan milik bapak-bapak," beberanya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Galang Kekuatan Daerah, Reynaldo Bryan Mantap Maju Jadi Caketum HIPMI

Sabtu, 16 Mei 2026 | 08:13

Anak Muda Akrab dengan Investasi, tapi Tanpa Perencanaan Finansial

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:59

Cuaca Ekstrem di Arab Saudi, DPR Ingatkan Jemaah Haji Waspadai Heatstroke

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:46

Dolar AS Menguat 5 Hari Beruntun Dipicu Lonjakan Minyak dan Efek Perang Iran

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:33

Sindikat Internasional Digrebek, Komisi XIII DPR Minta Pemerintah Serius Berantas Judol!

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:19

STOXX hingga DAX Ambles, Investor Eropa Dibayangi Risiko Inflasi

Sabtu, 16 Mei 2026 | 07:03

Pesanan Hukum terhadap Nadiem Bernilai Luar Biasa

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:44

Volume Sampah di Bogor Melonjak Imbas MBG

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:37

Industri Herbal Diprediksi Berkembang Positif

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:23

Adi Soemarmo Masuk Tiga Besar Embarkasi Haji Tersibuk

Sabtu, 16 Mei 2026 | 06:16

Selengkapnya