Berita

Syahrini

Blitz

Foto Disembah, Syahrini Disebut Mirip Lia Eden

SENIN, 01 DESEMBER 2014 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Syahrini mengakui foto rekayasa ini cuma lucu-lucuan. Biar begitu, publik kadung menilai rekayasa sensasi yang terlalu berlebihan.

Ratu sensasi. Image ini melekat pada Syah­rini. Lewat berbagai rekayasa pen­citraan, bekas teman duet Anang Her­mansyah ini meraih popularitas dan kekayaan dari industri hiburan Tanah Air. Tengok settingan sensasi terbarunya, di­mana si princess memosting foto sedang duduk di sebuah sofa. Sementara di ka­kinya, ada lima orang pegawainya ber­simpuh, seolah menyembahnya.Foto ini memperlihatkan Syahrini bak ratu, dengan abdinya yang setia.

Sejak foto itu muncul di Instagram, netizen membanjiri Syahrini dengan komentar caci maki. Amit amit... Kelakuan udh kayak tuhan aja..Lagian yg nyembah juga sama stpidnya, 11 12,” seru Skezein252. ,  (Di Media Sosial, Julia Perez Sindir Syahrini.) Komentar sinis lain datang


Heheh...Semakin lupa diri ya nenk? Udah merasa diri jadi tuhan??!!,” timpal Kre­shna Deva. Atau komentar dari Ellyeyhi, Jangan gini mbak, Biarpun ha­nya acting tetap nggak pantas.”

Bahkan gara-gara pose itu, ada yang membandingkan Syahrini dengan terpi­dana kasus penistaan agama, Lia Ami­nudin alias Lia Eden.

OMG!!!!! INI PRINCESS APA LIA EDEN TETEH >___< #aw.”

Bukan cuma itu, ada juga yang berkomentar pose pelantun ‘Aku Tak Biasa’ itu yang bagaikan ratu itu tak sopan. @princessyahrini, kamu itu brasal dari tanah, jadi jangan berasa di langit...”. Tingkatkan kegilaan nya, sbg princess,” sambung pemilik account f3rdynow.

Adapun foto tersebut sudah ada 3.500 komentar dan 16.700 para pengguna in­stagram yang menyukai sensasi Syahrini tersebut.

Sebagai sahabat, Charly ‘Setia Band’ mengaku tak terlalu ikut ribut soal pose Syah­rini. Menurutnya, pose itu memang lucu-lucuan yang direkayasa saja.

Ah iya itu mah create, setting-an. Aku kenal dia,” ungkap Charly.

Charly beberapa kali terlibat kerja sama musik seperti penciptaan lagu Sesuatu untuk sang solois. Menurutnya, sensasi memang sah-sah saja untuk seorang artis. Yang penting nggak rugikan orang lain,” imbuh Charly.

Sedangkan pedangdut Fitri Karlina menampik Syahrini terlalu menjual sensasi dibandingkan karyanya.  Teteh nggak ada job juga sudah tajir, jangan suudzon dia nggak laku atau job sedikit. Saya rasa itu masalah pribadi,” ujar Fitri.

Sepengetahuannya, Syahrini sudah kebal mendengar berita miring tentang dirinya. Sebab menurutnya, Syahrini juga besar di dunia hiburan karena haters.

Penilaian itu rasanya tepat adanya setelah baru-baru Syahrini meraih  penghargaan Social Media Award 2014. Padahal, banyak netizen yang mengolok-olok dan menghujat kicauan maupun video rekaman wanita asal Bogor ini.

Meski sering di-bully, Syahrini tidak marah. Malahan, lewat penghargaan yang diperolehnya itu, dia memberi nasehat untuk pembencinya.

Yang negatif-negatif ora urus ora urus. Jadi penghargaan ini memberikan inspirasi para wanita-wanita cantik di luar sana yang mau berkarya, mau bekerja keras, mau terus bekarya di bidangnya masing-masing, memperbaiki diri ke arah yang positif,” ucap Syahrini yang pernah merekayasa pacaran dengan bangsawan Malaysia, Bubu.

Pemilik nama asli Rini Fatimah Jaelani ini menganggap kehadiran haters malah membantu dalam perjalanan kariernya. Bisa jadi, aksi positif yang dilakukan haters lantaran cinta pada dirinya.

Kan aku sering bilang tidak ada haters dalam kamus hidupku, karena aku selalu positif thinking. Jadi makanya haters are a truth lovers,” tandasnya.

Secara jujur, Syahrini mengaku social media mendongkrak kariernya hingga bergelimangan harta. Mau tidak mau nggak bisa dipungkiri social media banyak memberikan peran untuk perkembanganku hari ini. Alhamdulillah, sebagai seniman bersyukur dan terima kasih karyanya diapresiasi. Mari bekerja dan berkarya,” ajaknya. ***

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya