Berita

Hukum

Kompolnas Desak Polisi Jemput Paksa Alexander Tedja

SELASA, 14 OKTOBER 2014 | 17:56 WIB | LAPORAN:

. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta dan mendesak Polda Metro Jaya untuk menjemput paksa Direktur Utama PT Artisan Wahyu (AW), Alexander Tedja. Pasalnya, Alexander sudah dua kali mangkir dari panggilan.

"Jadi alasan apapun tidak bisa ditorerir. Berikutnya harus dijemput. Itu sudah sesuai aturan yang berlaku," kata Komisioner Kompolnas, Edi Saputra Hasibuan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (14/10).

"Setahu saya dari media terlapor sudah tersangka. Kalau memang benar, hasil pemeriksaan nanti terbukti, penyidik bisa melakukan penahanan langsung," tambah dia.


Menurut Edi, dalam segala hal, polisi harus profesional menanganinya. Karena tidak ada perbedaan setiap kasus yang berkaitan dengan pidana.

"Kalau menangani kasus Habib Noval dari FPI saja polisi profesional dan sigap. Menangani kasus Alexander pun harus sama," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, PT AW yang dijalankan Alexander merupakan pengelola gedung perkantoran Gandaria 8, Gandaria City. Menurut Hendra Heriansyah, kuasa hukum dari pelapor, Joko Prayitno, mulanya kasus ini berawal pada tahun 2010, saat itu kliennya membeli ruang kantor dari PT AW yang mengelola Gandaria 8.

"Saat itu PT AW berjanji akan memberikan sertifikat kantor tersebut pada tahun 2013. Namun, sesuai waktu yang dijanjikan hingga sekarang sertifikat itu tidak diberikan," ujar Hendra.

Atas kejadian itu, Joko kemudian mengingatkan kembali dan melayangkan somasi, namun tidak direspon dengan baik oleh PT AW. Joko akhirnya melaporkan ke Polda Metro Jaya. Nomor laporannya LP/577/II/2014/PMJ/Ditreskrimum tanggal 17 Februari 2014.

Hendra mengatakan, setelah laporan dibuat, penyidik menyelidiki kasus ini, dan ternyata memenuhi unsur tindak pidana, status Tedja yang semulanya sebagai saksi diubah menjadi tersangka. Penyidik kemudian memanggilnya pada Rabu, 1 Oktober 2014. Saat itu, dengan mengutus pengacaranya, Tedja minta kepada penyidik untuk menjadwal ulang pemeriksaan pada Jumat, 10 Oktober 2014 kemarin.

"Ini sepertinya strategi dia untuk menghindar dari proses hukum. Seharusnya dihadapin saja sebagai warga negara yang baik," ujarnya

Hendra menegaskan, jika Alexander Tedja tidak juga datang memenuhi panggilan penyidik, ia mendesak Polda Metro Jaya bersikap tegas. "Dia yang minta dijadwal ulang pemeriksaannya, kenapa tidak datang," tandasnya. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya