Berita

Kesehatan

Darurat Internasional Ebola

SELASA, 14 OKTOBER 2014 | 12:06 WIB | LAPORAN:

Wabah virus Ebola di Afrika Barat menyebar terlalu cepat dibandingkan upaya untuk mengontrolnya. Kegagalan untuk mencegah penyebaran Ebola bisa berakibat fatal karena jumlah korban tewas akan terus bertambah.

Seorang perawat di Texas, Amerika Serikat, telah terjangkit virus ebola setelah merawat seorang warga Liberia, Thomas Eric Duncan yang menyusul tewas karena virus tersebut di Dallas pada pekan lalu.

Ketika Bali Democracy Forum (BDF) VII tahun 2014 yang digelar di Bali Internasional Convention Center (BICC), Nusa Dua Bali, beberapa waktu yang lalu, Tim CBRNE (Chemical Biologi Radiologi Nuclear Explosive) dari Dendeteksi Paspampres dan Tim Kesehatan (Denkes Paspampres dan Kesdam IX/UDY) yang tergabung dalam Satgaspam VVIP BDF VII juga ikut melakukan antisipasi dengan melakukan latihan simulasi untuk penanganan akibat virus Ebola, mengingat peserta yang mengikuti berasal dari berbagai manca negara.


Penyebaran virus sebetulnya bisa dihentikan jika dilakukan pencegahan yang terorganisir dengan baik, karena pasien bisa memiliki kesempatan hidup lebih besar jika dirawat sejak dini kendati 90 persen orang yang terjangkit virus ini berakhir dengan kematian.

Menurut informasi yang disebarluaskan oleh Direktorat Kesehatan TNI  Angkatan Darat, (Dirkesad) Virus Ebola adalah sebuah virus yang menyerang sistem darah. Oleh para ilmuwan, Ebola disebut juga dengan Demam Haemorraghic yang membuat penderita mengalami pendarahan di hampir seluruh tubuhnya. Umumnya korban mengalami pendarahan hingga meninggal dunia.

Ebola sangat menular dan dapat ditularkan melalui cairan tubuh, darah, keringat, liur, semen atau cairan lain. Dan Ebola tidak ditularkan melalui udara, namun virus ini sangat mematikan sehingga menjadi salah satu wabah paling mematikan di dunia hanya dalam waktu kurang lebih dua pekan.

Virus Ebola tidak dapat diobati atau disembuhkan, dan untuk mengetahui seseorang terjangkit virus Ebola dapat dilihat dari beberapa gejala seperti demam, sakit kepala, diare, muntah, letih, ngilu atau nyeri sendi dan otot, sakit perut, dan hilang nafsu makan.

Sementara itu untuk mengantisipasinya kita harus mencuci tangan dengan sabun sesering mungkin atau juga menggunakan sanitizer tangan yang baik. Hindari kontak fisik yang tidak perlu dangan orang lain. Sedapat mungkin makanlah masakan yang dimasak sendiri. Dan lakukan suci hama sekeliling kita karena Virus Ebola tidak dapat bertahan terhadap disinfectants, panas, sinar matahari langsung, detergen dan sabun.

Direktorat Kesehatan Angkatan Darat seperti dikutip dari keterangan tertulisnya kepada , beberapa saat lalu (Selasa, 14/10) juga mengimbau agar memelihara dan menjaga kebersihan lingkungan  dengan melakukan fumigasi jika memiliki hewan peliharaan dan buanglah bangkai hewan sebagaimana mestinya. Tikus dapat pula membawa virus ini.

Mayat masih dapat menularkan Ebola, untuk itu jangan menyentuh mayat tanpa alat pelindung atau lebih baik jangan menyentuhnya. Lindungi diri unakan alat pelindung jika anda harus merawat atau berdekatan dengan orang yang diduga terjangkit Ebola.

"Laporkan setiap gejala mencurigakan bila terjadi pada diri kita atau orang lain secepatnya dan jangan menunda," imbau pesan dari Dirkesa.[wid]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Boyamin Sebut Ada Dua Brankas Kosong di Rumah Febrie, Ini Respons Kejagung

Rabu, 12 Agustus 2026 | 11:14

UPDATE

DPR Khawatir Pekerjaan Debt Collector jadi Ilegal, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:43

Keripik Pisang Lokal Besutan Rumah BUMN BRI Tembus Malaysia dan Hong Kong

Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:19

Menlu China Mesra dengan Luhut, Sejumlah Tawaran Kerja Sama Mengalir

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:54

Program Gerakan “Warga Peduli Warga” Jaringan Aktivis 98 Berlanjut di Lampung

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:28

Sejumlah Elemen Mahasiswa Ogah Ikut Demo AMPB 27 Agustus, Ini Sebabnya

Minggu, 23 Agustus 2026 | 00:10

Ribuan Warga Meriahkan Panggung Rakyat Merdeka PANsar Murah di Kendal

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:50

BRI Raih Tiga Penghargaan Bergengsi Alpha Southeast Asia 2026

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 23:28

DPR Tekankan Penguatan Pengendalian Lingkungan untuk Hentikan Karhutla

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:58

YLBHI Dorong Bareskrim Usut Perwira Diduga Terlibat Penipuan Investasi Tambang Emas

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 22:14

Pikat Pembeli dari Singapura hingga Belanda, Produk UMKM Asal Sumut Berdaya Bersama BRI

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 21:55

Selengkapnya