Berita

Edhie Baskoro Yudhoyono

Wawancara

WAWANCARA

Edhie Baskoro Yudhoyono: Kita Jangan Terus Saling Curiga, Demokrat Tidak Akan Merecoki

SENIN, 13 OKTOBER 2014 | 09:37 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Partai Demokrat mendukung pelantikan Jokowi-JK menjadi presiden dan wakil presiden periode 2014-2019, di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, 20 Oktober mendatang.

Partai yang dikomandoi SBY itu menolak upaya penjegalan pelantikan dan niatan merecoki pemerintahan yang sah dan mendapat mandat rakyat.    

“Publik tidak perlu mengkhawatir­kan isu pemakzulan atau penje­galan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Jokowi-JK,’’ kata Sekretaris Jenderal Par­tai Demokrat, Edhie Basko­ro Yudhoyono,  kepada Rakyat Merdeka melalui email, Jumat (10/10).


Seperti diketahui, jelang pe­lantikan Jokowi-JK  sebagai pre­siden dan wakil preiden beredar isu penjegalan pelantikan oleh Koalisi Merah Putih (KMP).

Edhie Baskoro Yudhoyono selanjutnya mengatakan, selain tak memberi kemaslahatan untuk bangsa, isu tersebut hanya mem­perlebar jurang pemisah antar kubu KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH).

Berikut kutipan selengkapnya;

Apa pandangan Anda soal isu penjegalan pelantikan Jokowi-JK?

Saya berharap, jangan ada rasa saling curiga di antara kita. Ma­syarakat juga tak perlu khawatir dengan isu penjegalan atau pemakzulan yang saat ini beredar.

Saya menegaskan, tidak ada niatan dari kami, Partai Demo­krat, untuk menjegal pelantikan apalagi merecoki pemerintahan Pak Jokowi dan Pak JK.

Mereka sudah sah, mendapat mandat rakyat untuk memimpin. Jadi, berbagai isu atau wacana yang tak membawa manfaatnya untuk negeri tercinta ini mari kita hentikan.

Menurut pengamatan Anda, siapa yang menebar isu itu?
Saya tidak mau menanggapi siapa pihak di balik ini, siapa yang menuding dan dituding. Saya berkeyakinan, semua pihak mencintai republik ini, khususnya para pimpinan MPR dan segenap anggota yang baru disumpah. Mereka pasti berpikir jernih dalam melihat masa depan bangsa.

Partai Demokrat mengambil posisi sebagai partai pe­nyeimbang,  maksudnya bagai­ma­na sih?
Sudah sangat jelas dan terang, Demokrat tak terikat di KMP maupun KIH. Posisi Demokrat di parlemen, pemerintahan, terma­suk isu penjegalan pelantikan (Jokowi-JK) adalah penyeim­bang yang obyektif.

Demokrat berdiri bersama rak­yat untuk mewujudkan berbagai agenda pembangunan nasional dan peningkatan kesejahteraan rakyat. Jika ada agenda penting untuk masyarakat diganggu atau diselewengkan, kami ada pada posisi terdepan untuk menga­walnya.

Apa saja langkah yang akan dilakukan Demokrat?
Tentunya, kami akan meng­kritisi secara konstruktif dan me­nentang kalau kebijakan peme­rintah ke depan tidak pro-rakyat. Sebaliknya, kami akan mendu­kung pemerintah secara penuh jika kebijakan atau programnya tepat dan pro rakyat.

Apa harapan Anda terhadap pemerintahan mendatang?
Harapan kami, pemerintahan mendatang bisa menjaga stabi­litas politik, stabilitas ekonomi, pematangan demokrasi, pening­katan kesejahteraan dan citra Indonesia di dunia internasional, seperti yang telah diperjuangkan oleh Presiden SBY selama sepu­luh tahun ini. ***

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya