Berita

ilustrasi/net

Bisnis

Virus Asing Leluasa Menyebar di Sektor Migas

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 23:53 WIB | LAPORAN:

Kedaulatan energi Indonesia sedang sekarat. Semakin hari virus-virusnya leluasa menyebar dan merusak. Negeri ini pun menuju darurat energi.

Begitu dikatakan oleh Ketua Badan eksekutif Mahasiswa (BEM) Politeknik Negeri Jakarta, Erwin Djamaluddin dalam sebuah diskusi yang berlangsung di Depok, Jumat (10/10).

Dia menjelaskan, virus dimaksud tersebut adalah Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang memberikan kemudahan bagi asing melakukan pengelolaan di Indonesia. Virus lainnya yang menyusul adalah undang-undang berwatak liberal yaitu Undang-Undang Nomor 25 tahun 2007.


"Isinya tentang penanaman modal asing, yang menyebutkan bahwa sektor migas dan pertambangan boleh dikuasai korporasi asing hingga mencapai 95 persen," tambah Erwin.

Pada kesempatan sama, Direktur Energi Watch Ferdinan Hutahayan menjelaskan, gerak Pertamina sebagai penanggung jawab penuh bagi pemenuhan kebutuhan bahan bakar minyak di Indonesia terbatasi undang- undang tersebut. Akibatnya, sulit untuk membuat kilang-kilang baru di dalam negeri.

Data Ditjen Migas tahun 2012 menunjukan bahwa 74 persen kegiatan usaha hulu atau pengeboran migas dikuasai perusahaan asing. Makanya, rakyat harus menolak tegas campur tangan asing dan antek-anteknya menduduki posisi strategis kementerian energi maupun BUMN seperti Pertamina.

Lebih jauh, Ferdinan menegaskan bahwa keterlibatan pihak asing ini semakin diperkuat oleh mafia-mafia migas dalam negeri yang telah berkomitmen untuk terus mengkhianati negara.

"Sehingga negara dan bangsa mengalami kerugian ribuan trilliun rupiah tiap tahunnya. Karena itu rezim pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) harus membersihkan keterlibatan mafia dan antek asing dalam pengelolaan migas nasional," tandasnya.

Sebagaimana kuat saat ini beredar nama-nama seperti Darwin Silalahi CEO Shell yang diplot untuk calon Dirut Pertamina , Hengky Soesilo untuk calon Menteri ESDM maupun nama Ari Soemarno yang santer terjerat skandal Innospec. [why]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya