PT Kereta Api Indonesia (PerÂsero)
PT Kereta Api Indonesia (PerÂsero) atau KAI terus melakukan penambahan armada untuk meÂmenuhi kebutuhan penumÂpangnya yang terus mengalami kenaikan setiap tahun.
“Kami menargetkan invesÂtasi 85 set kereta api sampai 2018,†ujar Direktur Komersial PT KAI Bambang Eko MartoÂno kepada Rakyat Merdeka di Tegal, akhir pekan lalu.
Bambang mengatakan, dari 85 set itu ada kereta ekonomi. SeÂdangÂkan untuk yang kelas ekÂsekutif ditargetkan 75 set keÂreta. Saat ditanya berapa dana yang harus dirogoh oleh peruÂsahaan pelat merah itu, BamÂbang mengaku tidak hapal.
Menurut dia, kereta kelas ekonomi itu akan dipesan dari PT INKA. “Dari lima yang suÂdah kita pesan, yang sudah daÂtang dua. Sisanya akan daÂtang perÂtengahan Oktober,†jelasnya. Sementara untuk kereta ekÂsekutif, lanjut Bambang, jika INKA siap pihaknya akan meÂmeÂsan kepada perusahaan terseÂbut. “Kalau memang mampu (INKA) kita silakan,†ucapnya.
Bambang mengklaim, impor kereta yang dilakukan perseÂroÂan sudah berkurang. Saat ini, pihaknya akan lebih memprioÂritaskan penggunaan produk dalam negeri. Kereta baru yang diÂimpor itu untuk kereta BanÂdara Kualanamu, Medan. “ImÂpor juga hanya untuk meÂmeÂnuhi kebutuhan
commuÂter line,†tukas Bambang.
Ke depan, kata dia, perusaÂhaÂan memang harus terus meÂnambah jumlah kereta. PaÂsalÂnya, jumlah penumpang keÂreta api terus melonjak setiap tahunÂnya. Berdasarkan data KAI, jumlah penumpang setiap tahun naik 15 persen.
Bambang mengatakan, perÂtumbuhan penumpang, khuÂsusnya di Jabodetabek, sangat tingÂgi. Jadi, berapapun jumlah KeÂreta Rel Listrik (KRL) atauÂpun
comÂmuter line ditambah, tidak akan bisa pernah cukup terÂutama pada jam kerja.
Selain itu, kata dia, subsidi kereta api ekonomi jarak jauh per Januari akan dihapus, otomatis tarifnya akan naik. Subsidi akan dialihkan ke kereta jarak dekat. Alasannya, kereta jarak jauh tiÂdak ramai setiap hari. Berbeda dengan kereta jarak dekat.
Untuk stasiun, pihaknya juga terus melakukan perbaikan dan pembaruan. Namun, dia meÂnyayangkan, di beberapa staÂsiun banyak aset KAI yang diÂklaim oleh pihak lain. Karena itu, pihaknya sedang mengumÂpulkan dan mendata aset-aset milik perseroan. ***