Berita

PT Kereta Api Indonesia (Per­sero)

Bisnis

KAI Pesan Lima Kereta Ekonomi Dari PT INKA

Jumlah Penumpang Naik 15% Per Tahun
JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 09:33 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

PT Kereta Api Indonesia (Per­sero) atau KAI terus melakukan penambahan armada untuk me­menuhi kebutuhan penum­pangnya yang terus mengalami kenaikan setiap tahun.

“Kami menargetkan inves­tasi 85 set kereta api sampai 2018,” ujar Direktur Komersial PT KAI Bambang Eko Marto­no kepada Rakyat Merdeka di Tegal, akhir pekan lalu.

Bambang mengatakan, dari 85 set itu ada kereta ekonomi. Se­dang­kan untuk yang kelas ek­sekutif ditargetkan 75 set ke­reta. Saat ditanya berapa dana yang harus dirogoh oleh peru­sahaan pelat merah itu, Bam­bang mengaku tidak hapal.


Menurut dia, kereta kelas ekonomi itu akan dipesan dari PT INKA. “Dari lima yang su­dah kita pesan, yang sudah da­tang dua. Sisanya akan da­tang per­tengahan Oktober,” jelasnya.    Sementara untuk kereta ek­sekutif, lanjut Bambang, jika INKA siap pihaknya akan me­me­san kepada perusahaan terse­but. “Kalau memang mampu (INKA) kita silakan,” ucapnya.

Bambang mengklaim, impor kereta yang dilakukan perse­ro­an sudah berkurang. Saat ini, pihaknya akan lebih memprio­ritaskan penggunaan produk dalam negeri. Kereta baru yang di­impor itu untuk kereta Ban­dara Kualanamu, Medan. “Im­por juga hanya untuk me­me­nuhi kebutuhan commu­ter line,” tukas Bambang.

Ke depan, kata dia, perusa­ha­an memang harus terus me­nambah jumlah kereta. Pa­sal­nya, jumlah penumpang ke­reta api terus melonjak setiap tahun­nya. Berdasarkan data KAI, jumlah penumpang setiap tahun naik 15 persen.

Bambang mengatakan, per­tumbuhan penumpang, khu­susnya di Jabodetabek, sangat ting­gi. Jadi, berapapun jumlah Ke­reta Rel Listrik (KRL) atau­pun com­muter line ditambah, tidak akan bisa pernah cukup ter­utama pada jam kerja.

Selain itu, kata dia, subsidi kereta api ekonomi jarak jauh per Januari akan dihapus, otomatis tarifnya akan naik. Subsidi akan dialihkan ke kereta jarak dekat. Alasannya, kereta jarak jauh ti­dak ramai setiap hari. Berbeda dengan kereta jarak dekat.

Untuk stasiun, pihaknya juga terus melakukan perbaikan dan pembaruan. Namun, dia me­nyayangkan, di beberapa sta­siun banyak aset KAI yang di­klaim oleh pihak lain. Karena itu, pihaknya sedang mengum­pulkan dan mendata aset-aset milik perseroan. ***

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya