Direktur Bahan Gas Bumi Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Djoko Siswanto berharap proyek gas pipa Gresik-Semarang (Gresem) bisa segera selesai.
“Proyek pipanisasi itu untuk bisa memenuhi kebutuhan gas wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur,†ujar Djoko kepada RakÂyat Merdeka, kemarin.
Djoko mengatakan, dengan adaÂnya pembangunan pipa GreÂsem ini bisa mendorong pertumÂbuhan industri yang dampaknya akan langsung pada pertumbuhan ekonomi. Proyek ini juga diÂharapkan bisa mendorong perÂcepatan konversi BBM ke gas.
“Ini untuk mendorong dan meÂwujudkan infrastruktur gas yang terintegrasi di Pulau Jawa sebagai penopang perekonomian nasioÂnal,†katanya.
Gubernur Jawa Tengah (JaÂteng) Ganjar Pranowo mengaÂku pihakÂnya membuka pintu seluas-luasnya bagi Pertagas untuk memÂpercepat proses pembaÂnguÂnan proyek Gresem agar manÂfaatÂnya bisa dirasakan masyarakat.
“Kami mendukung proyek piÂpa Gresik-Semarang agar dapat memÂberikan dampak positif bagi inÂdustri, masyarakat hingga meÂningÂkatkan pendapatan daerah untuk pembangunan infrastruktur yang dibutuhkan Jateng,†tegas Ganjar.
Gubernur Jawa Timur SoekarÂwo mengatakan, surplus gas di daerahnya belum sepeÂnuhÂnya diÂnikmati masyarakat. Tapi, kelak setelah pipa Gresem ini terbangun, maka setiap ruas yang dilewati piÂpa, masyarakat akan dapat meÂmanÂfaatkan gas itu termasuk unÂtuk rumah tangga dan transportasi.
“Semakin cepat pipa selesai terÂbangun, akan lebih baik bagi peÂmanfaatan gas di berbagai sektor di Jawa Timur,†ucapnya.
PT Pertamina Gas (Pertagas) hari ini (kemarin) memulai proÂyek pipanisasi gas sepanjang 271 kilometer di Bojonegoro untuk menjamin penyaluran gas di wiÂlayah Jateng dan Jatim.
Presiden Direktur Pertagas Hendra Jaya mengatakan, pipa ini meÂmiliki kapasitas penyaluran gas sebanyak 500 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
“Pengerjaan proyek ini meÂmakan waktu 18 bulan dan akan siap beroperasi pada kuartal I 2016,†katanya.
Pipanisasi ini akan melewati empat kabupaten/kota di Jateng dan tiga kabupaten di Jatim. PiÂpanisasi Gresik Semarang ini dimulai dari metering station Gresik Pertagas dan berakhir di Tambak Lorok.
Hendra mengatakan, pembaÂngunan ruas pipa baru ini meneÂlan investasi 515,7 juta dolar AS atau sekitar Rp 6,1 triliun. ***