Berita

Bisnis

Laba Bersih Inalum Diklaim Meroket 359 Persen

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 10:14 WIB | LAPORAN:

PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) Persero melaporkan bahwa laba bersih perusahaannya periode April-September 2014 mencapai sebesar 82,5 juta dolar AS (un-audited) atau naik 359 persen dari periode tahun fiskal yang sama sebesar 23 juta dolar AS.

Kinerja perusahaan berbasis aluminium tersebut didukung oleh kondisi operasional yang aman dan terkendali dengan tingkat level air Danau Toba pada kisaran 903,84 m pada akhir September 2014. Selain itu beroperasinya 503 Tungku Reduksi yang menghasilkan aluminium batangan sebanyak 134.047 MT atau mengalami kenaikan sebesar 4,3 persen.

"Dengan perolehan laba bersih yang meningkat secara siginifikan dan ketersediaan kas perusahaan yang kuat, Inalum siap untuk melaksanakan beberapa program pengembangan ke depan,"  tegas Direktur Utama PT Inalum (Persero) Winardi melalui keterangan tertulis, Jumat (10/10).


Winardi memaparkan, penjualan Aluminium batangan pada periode tersebut sebanyak 125.947 MT atau mengalami kenaikan sekitar lima persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013 dengan total penjualan domestik mencapai sebanyak 97.947 MT atau mengalami kenaikan sekitar 91 persen. Sedangkan, ekspor mencapai sebanyak 28 ribu MT atau berkurang sekitar 60 persen.
 
Menurunya pula, upaya efisiensi dan peningkatan produktifitas yang dilakukan perusahaan juga memberikan kontribusi yang siginifikan terhadap peningkatan laba bersih sebesar 21,5 juta dolar AS. Di samping didukung juga oleh peningkatan harga jual sekitar 5 persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013.

Sebagai wujud komitmen Inalum dalam membantu PLN mengatasi krisis listrik di Sumatera Utara, sejak November 2013, tetap memasok listrik ke PLN sebesar 90 MW sesuai dengan kondisi operasional PLTA. Terutama, jelas dia, terkait dengan level air Danau Toba yang harus dijaga pada level tertentu dan jadwal pemeliharaan terencana.

Inalum telah meningkatkan pelaksanaan program CSR sejalan dengan berubahnya status perusahaan menjadi BUMN.

Biaya CSR yang telah disalurkan kepada masyarakat periode April - September 2014 sebesar Rp 13,6 miliar meningkat sebesar 469 persen dibanding periode yang sama tahun fiskal 2013. Anggaran CSR yang akan disalurkan pada tahun 2015 mendatang direncanakan akan lebih besar.[wid]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DJP Blokir Rekening 57 Penunggak Pajak, Nilainya Tembus Rp80 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:08

Rakernas Haji Bahas Dua PR Besar: Kesehatan Jemaah dan Layanan Mina

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:58

MUI: LGBT dan Koruptor Itu Pelanggar HAM Berat!

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:51

Komisi XIII DPR Dukung Prabowo Terbitkan Perpres Tata Kelola Koperasi Merah Putih

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:32

Kondisi Korban Penyekapan Mau Print Membaik, Namun Trauma Masih Membekas

Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:13

Komisi XIII DPR Soroti Dugaan Tambang Tanpa AMDAL: Ini Negara Apa?

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:57

Harga Emas Antam Terbang Rp19.000 di Akhir Pekan, Satu Gram Jadi Rp2,67 Juta

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:35

IHSG Sepekan Melemah, Nilai Transaksi Anjlok Hampir 36 Persen

Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:33

Skema Modal BPR Lebih Fleksibel, OJK Tegaskan Sanksi bagi Pelanggar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57

Kapolda Metro Jaya Bentuk Tim Terpadu Tangani Kasus Penyekapan Karyawan Mau Print

Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:42

Selengkapnya