Berita

Emron Pangkapi

Wawancara

WAWANCARA

Emron Pangkapi: Kami Melanjutkan Kesepakatan Dengan Koalisi Indonesia Hebat

JUMAT, 10 OKTOBER 2014 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kesepakatan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) bukan hanya dalam perebutan kursi pimpinan MPR.

Meski dikalahkan Koalisi Me­rah Putih (KMP) dalam pe­re­butan pimpinan MPR, partai yang dikomandoi Suryadharma Ali (SDA) itu masih melanjutkan ke­sepakatan lain dengan KIH.   

“Kami segera membawa ma­salah ini ke dalam rapat Dewan Pe­ngurus Pusat (DPP) PPP. Hal ini sebagai tindak lanjut dari ke­se­pakatan yang sudah kami tan­datangani dengan KIH,’’ kata Wa­kil Ketua Umum PPP Emron Pang­kapi kepada Rakyat Mer­deka di Jakarta, Rabu (8/10).


Berikut kutipan selengkapnya;

Berarti koalisi dengan KIH permanen?
Sebagai Waketum PPP, saya ber­­harap memorandum of under­standing (MoU) itu adalah pintu masuk bagi PPP untuk secara definitif ada di dalam KIH.

Apa ada perjanjian dapat kursi di kabinet?
Sama sekali tidak ada. Sebab, pemerintah kita menganut sistem presidensial, sehingga itu menja­di penetapan dan hak presiden.

PPP dan KIH belum ada pem­bi­caraan ke arah sana. Kami ha­nya membangun komunikasi po­­litik antara pimpinan PPP de­ng­an pimpinan partai yang ada di KIH, termasuk dengan Pre­si­den dan Wakil Presiden terpilih.

Kapan ada pertemuan lagi dengan KIH?
Pertemuan melalui utusan se­ring mengadakan komunikasi de­ngan PPP. Semua komunikasi te­tap mengalir dan berjalan sampai ada kesepakatan lebih lanjut.

Apa benar SDA meminta PPP tetap bersama KMP?
Ya. Ketika itu Pak SDA meng­hampiri kami dan meminta  un­tuk tetap bersama KMP. Namun kami sudah telanjur menandata­ngani kesepakatan dengan KIH. Maka mayoritas anggota fraksi di dalam rapat itu tetap ber­pen­dapat lebih utamakan menjaga kehormatan PPP dengan memi­lih bergabung di dalam KIH.

Kenapa PPP meninggalkan KMP?
Karena telah terjadi kebuntuan di KMP. Kebuntuan tersebut su­dah dibicarakan di tingkat ketua umum partai politik di KMP. Atas dasar itu, PPP sebelum pe­milihan pimpinan MPR menco­ba merayu KMP agar PPP men­dapat kursi pimpinan MPR. Tapi tidak men­dapatkan gambaran. Padahal, PPP sudah terlibat sejak awal mendukung pencapresan Prabo­wo-Hatta Rajasa

Kami merasa ini adalah se­buah pengkhiatan yang luar bia­sa ter­hadap PPP. Sebab, tiba-ti­ba PPP ditinggalkan KMP. Ten­tunya se­luruh kader di pusat mau­­pun dae­rah kecewa. Kemu­dian kami men­coba ba­ngun ko­munikasi dengan KIH. Di situ ada kesekapatan un­tuk ber­ga­bung karena kami di­hargai.

Apa yang Anda harapkan dari KIH?
Kami merasa jauh lebih dihar­gai dan mendapat kehormatan di dalam KIH. Meski kami tidak ikut serta di dalam perjuangan me­menangkan Jokowi-JK dalam pilpres lalu. DPP PPP mengang­gap kehormatan ini adalah se­buah tanggung jawab untuk memba­ngun kebersamaan me­nuju Indo­nesia yang lebih baik dalam lima tahun ke depan.

KIH kalah dalam perebutan pimpinan MPR, apa tidak menyesal?
Tidak. Persoalan kalah dan me­nang adalah lahan perjua­ng­an parpol. Jadi bukan hal yang luar biasa. Karena bagi par­pol adalah berikhtiar mem­bangun pengaruh melalui alat ke­kua­saan, baik di eksekutif mau­pun legislatif. ***

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya