Berita

Jangan Sampai KIH Disebut Koalisi Indonesia Heboh

KAMIS, 09 OKTOBER 2014 | 18:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kekhawatiran beberapa pihak tentang isu akan adanya penjegalan terhadap presiden terpilih Jokowi oleh Koalisi Merah Putih menjelang pelantikan pada 20 Oktober nanti sangat berlebihan dan mengada-ngada.

Demikian disampaikan pengamat politik Jajat Nurjaman dalam siaran pers yang diterima RMOL petang ini (Kamis, 9/10).

"Karena KMP sejak awal sudah menegaskan akan menjadi kekuatan penyeimbang pemerintahan Jokowi yang akan datang. Sebaliknya ini merupakan tantangan besar bagi Jokowi  sebagai Presiden terpilih untuk bekerja keras dalam menjalankan roda pemerintahan nantinya,” tutur Jajat.


Menurut Jajat, dalam sistem presidensial yang dianut Indonesia, komposisi legislatif saat ini adalah ideal dan fair. mana KMP menguasai legislatif sementara Koalisi Indonesia Hebat menguasai pemerintahan. Situasi ini akan membuat pemerintah mau tidak mau selalu membuat kebijakan yang pro rakyat tanpa terkecuali, jika tidak maka KMP akan siap sedia menghadang.

Makanya, katanya lagi, kecurigaan KMP akan menjegal pelantikan Jokowi sangat tidak berdasar. Atau mungkin kubu Jokowi seperti hanya sengaja berwacana untuk mendapat simpati lebih dari masyarakat.

"Jika benar demikan sebaiknya KIH kepanjangannya diganti dari Koalisi Indoensia Hebat menjadi Koalisi Indonesia Heboh,” tutup Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) ini.[zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya