Berita

ilsutrasi/net

Hukum

Ketua DPP PKB Cawe-cawe di Proyek Talang Laut

SENIN, 15 SEPTEMBER 2014 | 20:21 WIB | LAPORAN:

Ketua DPP PKB, Muamir Muin Syam cawe-cawe dengan Direktur PT. Papua Indah Perkasa, Teddi Renyut.

Muamir membantu mengenalkan Teddi yang terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Talang Laut di Biak Numfor dengan orang dalam Kementerian PDT. Tujuannya, agar dapat menangani sejumlah proyek di kementerian yang dikomandoi menteri asal PKB, Helmy Faisal Zaini.

"(Teddi) menyampaikan urusan yang ada di PDT karena Pak Teddi pernah merasa punya urusan nggak jalan. Saya bilang, saya ngga bisa urusin begitu, lalu kita kenalkan dengan Mas Aditya," kata Muamir saat bersaksi dalam sidang lanjutan Teddi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (15/9).


Aditya bernama leng‎kap Aditya Akbar Siregar. Dia menjabat sebagai asisten tenaga ahli di Kementerian PDT. Teddi akhirnya bertemu dengan Adit. Kemudian, dia tertarik untuk menanganani proyek lampu jalan.

"Jadi Pak Teddi berminat (di pos anggaran untuk proyek) itu. Disampaikan hasil pertemuan Pak Teddi dan Adit, salah satu program lampu jalan," terangnya sembari menambahkan tak tahu proses pengurusan anggaran dalam APBNP 2014 terkait proyek yang diinginkan Teddi.

Adit tak membantah pernyataan Muamir. Dia mengaku ikut membantu Teddi agar bisa menggarap proyek tersebut.

"Yang diminta tolong ke saya hanya masalah jalan," terangnya.

Aditya selanjutnya berhubungan dengan Anjas Asmara. Saat berhubungan, Anjas mengaku sebagai staf salah seorang Anggota DPR. "Saya lobi hanya di DPR, di Anjas," terang dia.

Anjas kemudian meminta duit ijon 7 persen dari nilai proyek yang dianggarkan. Akhirnya, Adit berhubungan dengan Teddi Renyut terkait duit yang harus disiapkan untuk memuluskan permintaannya.

"Rp 6 miliar yang saya terima (dari Teddi Renyut), saya kasih ke Anjas DPR," kenang dia.

Tapi, semua tak berjalan mulus. Ternyata anggaran untuk proyek yang diinginkan Teddi tidak masuk dalam APBNP. Adit selanjutnya menagih balik duit yang diberikan.

"Setelah tidak ada APBNP, saya lost contact dengan Anjas. Saya bilang saya ditipu karena perjanjian awal APBNP, setelah itu saya dibantu, istri Teddi untuk menagih," tandas Adit.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya