Berita

Reynold Affandi dan Marshanda

Blitz

Eks Gitaris Slank Dibahas Di KPAI

SABTU, 13 SEPTEMBER 2014 | 07:22 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

RMOL. Reynold Affandi, eks gitaris SLANK kian santer menjadi “duri” dalam rumahtangga Marshanda dan Ben Kasyafani. Isyarat terbaru, ternyata nama Reynold masuk dalam ke perjanjian Ben dan Chacha saat mediasi di Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) beberapa waktu lalu. Kala itu, anak adalah satu-satunya hal yang paling mereka khawatirkan sehingga meminta KPAI untuk menengahi masalah tersebut.

Mereka pun bertemu dalam satu ruang. Chacha mengungkapkan keinginannya kepada Ben, begitu juga sebaliknya. Kala itu Ben meminta agar sang anak tidak diikutsertakan dalam kegiatan keartisan Chacha.

Ternyata kini perjanjian itu semakin terbuka. Menurut pengacara Ben, S. Yanti Nurdin SH, dalam perjanjian itu ada nama ‘R’, pria yang kini diketahui Reynold.


“Ada nama R dalam surat tanggal 26 Juni 2014 dalam ketikan tangan. Kemudian bulan Juli tertulis dalam bentuk ketikan dengan lambang KPAI. Dalam ketikan itu tertulis ‘R’ yang kita terima dari KPAI,” ungkap Yanti.

“Pokoknya intinya R itu nggak boleh ketemu anak. Chacha pergi nggak boleh ajak anak ke studio musik. Kurang lebihnya seperti itu,” tegasnya.

Chacha memang tengah menggarap sebuah proyek dengan Reynold. Dirinya membantu Chacha dalam merilis lagu bertajuk ‘Selingkuh’.

“Single-nya Chacha udah keluar, sebenarnya judulnya ‘Kamu’, tapi diganti jadi ‘Selingkuh’. Saya sebagai komposer-nya,” jelas Reynold dalam jumpa pers, Rabu (10/9) malam.

Sejak empat bulan lalu kenal, Reynold membantah ada hubungan spesial dengan Chacha. “Saya sama teman-teman musik itu dekat, sama kayak Chacha. Ya intinya kami semua dekat,” kata Reynold.

Karena itu, dia membantah keras pemberitaan menjadi selingkuhannya pesinetron Bidadari tersebut. “Hubungan dalam musik itu sebenarnya beda kan dengan hubungan sama orang,” tegasnya. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya