Berita

Ma'mun Murod/net

Hukum

SIDANG HAMBALANG

Justru Jaksa KPK yang Bangun Persepsi dan Intimidasi, Bukan Anas!

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014 | 14:23 WIB | LAPORAN:

. Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK yang justru membangun persepsi dan intimidasi dalam persidangan Anas Urbaningrum.

Demikian disampaikan Jurubicara Ormas Perhimpunan Pergerkan Indonesia (PPI) Ma'mun Murod Al-Barbasy kepada wartawan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/9). Pernyataan Mamoun ini menanggapi pernyataan JPU yang menegaskan Anas sering membangung persepsi dan intimidasi di persidangan.

"Yang bangun persepsi itu justru JPU. JPU bangun terus persepsi bahwa Anas lakukan kourpsi, Anas bersalah. Tapi yang di dakwaan JPU itu mental semua, oleh saksi yang justru dihadirkan oleh JPU," kata Ma'mun.


Tuduhan Anas melakukan intimidasi pun menurut mantan politisi Demokrat ini tidak masuk akal. Bagaimana mungkin Anas melakukan intimidasi terhadap saksi yang justru dihadirkan sendiri oleh JPU.

"Lagian, Anas tidak bisa keluar, gimana dia lakukan intimidasi? Lagian kalau dituduh lakukan intimidasi di persidangan, kan ada hakim. Kendali saksi itu sepenuh ada di JPU, justru JPU yang intimidasi saksi. Mas Anas paling bisa datengin enam saksi kemarin dan tiga saksi ahli," terangnya.

Ma'mun pun membeberkan jika ada beberapa bukti kejanggapan jika JPU lakukan intimidasi terhadap saksi. Sebelumnya, ada nama saksi yang meringankan Anas dalam datar saksi oleh JPU, tapi saksi tersebut tak kunjung pernah dihadirkan.

"Nama itu muncul terus. Tapi ternyata si saksi itu malah mengaku tak pernah dilaporkan. Akhirnya saksi itu datang karena media yang mengundang," kata Ma'mun.

Ia menambahkan, bentuk rekayasa dan intervensi lainnya, ditunjukkan oleh rekasi Pimpinan KPK Bambang Widjojanto yang mengirim SMS ke wartawan karena semua dakwaan dibantah oleh saksi.

"Padahal sidang masih berjalan. Bambang panik, dia kirim pernyataan lewat SMS jika Anas bersalah. Praktis tak ada gunanya persidangan ini, karena JPU kan panjangan tangan KPK," demikian Ma'mun. [rus]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya