Berita

net

Hukum

Penggeledahan di Bandung, Kejagung Bidik Peran Direksi PT Pos Indonesia

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014 | 12:42 WIB | LAPORAN:

Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah kantor pusat PT Pos Indonesia di Bandung terkait kasus pengadaan alat Portable Data Terminal (PDT) atau alat layanan informasi dan komunikasi senilai Rp 50 milliar.

Penggeledahan dilakukan oleh enam orang petugas penyidik yang dipimpin oleh kepala tim penyidik Sardjono Turin.

"Benar ada penggeledahan, di kantor pusat PT Pos. Ada tiga titik yang akan digeledah," jelas Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Tony Spontana, saat dihubungi, Kamis (11/9).


Tony menambahkan, penggeledahan ini sebagai tindak lanjut penggeledahan di Kantor Pos Besar Area IV Jakarta pada 3 September, yang berhasil menyita sejumlah aset.

"Kalau yang hari ini sasaran utamanya PT Pos Pusat, untuk melengkapi barang bukti yang sudah ada dan mencari bukti baru," jelasnya.

Kapuspenkum menegaskan, secara prosedur apa saja dan ruangan mana saja yang digeledah menjadi kewenangan tim penyidik.

"Intinya kami mencari bukti baru, untuk mencari adanya peranan direksi dalam kasus ini. Maka itu ruangan Dirut pun akan kami geledah," terangnya.

Kejagung akan terus mencari data dan mengungkap keterlibatan pihak lain yang merugikan negara tersebut.

"Di mana saja data yang diperlukan, di mana pun akan kami kejar terus," tegasnya.

Dikabarkan bahwa jaksa penyidik sudah menetapkan dua orang tersangka sejak 2 September lalu dalam kasus ini. Mereka berinsial M (pejabat PT Pos Indonesia), dan E (Dirut PT Datindo Infonet selaku perusahaan rekanan proyek PDT).

Kasus ini pertama kali dilaporkan masyarakat dari Forum Pusat Kajian Strategis Pemberdayaan Monitoring Rakyat (Pukas Damor). Laporan berisi dugaan telah terjadi kerugian negara akibat ulah sejumlah petinggi PT Pos Indonesia terkait pengadaan jasa layanan infokom. [ald]

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

UPDATE

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:24

Profil Etik Suryani Bupati Sukoharjo yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:20

Ini Alasan KPK Batal Ikut Konferensi Pers Polda soal Perkara yang Menyeret Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 14:04

Jakarta Jadi Kota Termahal ke-21 di Dunia pada 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:42

Inggris Siapkan Bonus Fantastis Jika Juara Piala Dunia 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:37

Saham SK Hynix Melonjak 13 Persen Saat Debut di Nasdaq

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:31

Komisi III DPR Soroti Kasus Korupsi Batu Bara dan Isu Mundurnya Jampidsus

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:16

Biarkan Kortas Polri Usut Dugaan TPPU Jampidsus Tanpa Intervensi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 13:00

Jumlah Investor BBTN Kembali Melonjak per Juni 2026, Akhiri Tren Penurunan Dua Bulan

Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:51

Selengkapnya