Berita

Norman Kamaru

Blitz

Nggak Laku Ngartis, Norman Kamaru Jualan Bubur Manado

KAMIS, 11 SEPTEMBER 2014 | 09:20 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Setiap hari Norman masak dan belanja sendiri. Kata istrinya, lebih baik sekarang daripada dulu waktu ngartis.

Menjalani karier sebagai artis susah-susah gampang. Kalau gagal eksis dan tidak kuat modal, segalanya bakal habis tak tersisa. Tanyakan hal ini kepada Norman Kamaru. Rela pensiun dari kepolisian demi ngartis sejak booming dengan “Caiya-Caiya”, Norman sekarang malah ketahuan berjualan bubur!

“Bubur Manadonya satu ya, dibungkus,” kata seorang perempuan berjilbab yang datang ke warung makanan Manado bercat biru di dalam Apartemen Kalibata City, Jakarta, Selasa (9/9) malam. Tiba-tiba, Norman yang kala itu duduk di bangku depan warung, menjawab, “Buburnya sudah habis, adanya ayam woku dan cakalang suwir.”


Ya, faktanya Norman sekarang memang berjualan bubur. Eks Anggota Brimob daerah Gorontalo ini dibantu sang istri, Daisy Paindong yang bekerja kantoran.
“Baru tiga bulan bukanya, lumayan lah omzetnya buat memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata Norman saat dijumpai wartawan.

Warungnya tak besar, tetapi terlihat menonjol dari warung lainnya karena bercat biru. Diterangi satu lampu neon besar, warungnya terlihat seperti warung-warung makan pada umumnya. Semua sisi dimanfaatkannya untuk meletakkan barang-barang keperluan warung. Etalase pemajang makanan, lemari es, dispenser, rak piring, wastafel, aneka kopi dan minuman instan sachet, sampai kaleng kerupuk semua ada di warungnya. Empat buah meja makan lipat dengan empat kursi makan di setiap mejanya diletakkan di luar warung, tak cukup jika diletakkan di dalam warung.

Norman berkisah, sejak dipecat dan tawaran syuting sepi, ia “memutar otak” untuk mencari penghasilan tambahan demi menyambung hidup di Jakarta.

Sambil sesekali mengisap rokoknya, Norman tak malu mengatakan kalau ia sangat suka memasak. Semua masakan yang ada di J&J Cafe miliknya adalah rasil racikan tangannya. Ia juga pergi berbelanja sendiri karena istrinya harus pergi bekerja di kantor perdagangan berjangka.

Saat ditanya menyesal atau tidak telah keluar dari kepolisian dan sekarang berjualan bubur, Norman menjawab, “Ada sih menyesal. Tapi ini sudah jalan Tuhan.”

“Keluarga mendukung sampai sekarang. Apapun yang saya lakukan, asalkan yang positif, keluarga mendukung,” imbuhnya.

Menurut sang istri, banyak perubahan yang dialami Norman sejak tak lagi menjadi artis.

“Dari awal saya kenal, dia juga meredup dari artis. Saya dukung-dukung saja usaha dia sekarang, yang penting dia nggak terbebani dengan yang dia bikin ini,” kata Daisy.

Ia yang mengajarkan Norman masak. Selain itu, memberikan semangat untuk Norman, agar tak pantang menyerah.

“Dia juga belajar memasak otodidak. Dan dia merasa disemangati. Sebelum ke kantor, ya saya bantu-bantu dia dulu,” katanya.

Daisy tak peduli dengan berbagai tanggapan orang soal karier Norman yang meredup. Ia berharap suaminya juga tak mendengar semua komentar miring publik.

“Harapan saya, semoga usahanya lancar, keluarga juga lancar,” ujarnya sambil menatap Norman.

Diakui Daisy, saat menjadi artis, Norman sangat berbeda. Ia melihat suaminya itu menjadi sosok yang pendiam. â€Dulu dia sering melamun, tapi sekarang dia nggak pusing sama omongan orang lain,” ujarnya.

Saat ini, Norman terlihat lebih bahagia walau tanpa status artis. Dan ia merasa nyaman melihat perubahan positif suaminya tersebut.

“Memang dia suka menyanyi, tapi dia kayak bukan dirinya. Dia kerja bukan buat diri dia, berusaha jadi yang diinginkan orang lain. Tapi sekarang beda,” ungkap Daisy. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya