Berita

Dunia

Inggris Cari Tahu Identitas Militan ISIS Pemenggal James Foley

SABTU, 23 AGUSTUS 2014 | 11:16 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Inggris masih berupaya mencari tahu soal siapa sosok militan ISIS yang melakukan pemenggalan wartawan Amerika Serikat James Foley dalam sebuah tayangan video pekan ini.

Pasalnya, militan yang melakukan pemenggalan berbicara dengan aksen British, sehingga dicurigai merupakan warga negara Inggris.

Daily Mail
pada Jumat (22/8) mengabarkan, militan tersebut diperkirakan merupakan pria yang berusia sekitar awal 20 tahunan. Pria itu sendiri diketahui hanya disebut dengan panggilan "John" tanpa diketahui identitas aslinya. Menurut seorang tahanan Prancis yang pernah diculik oleh "John", pria itu merupakan bagian dari kelopok jihadis Inggris yang menyebut mereka sendiri sebagai "The Beatles".


Saat ini setidakanya ada tiga warga Inggris yang dicurigai merupakan sosok asli "John" itu. Ketiganya diketahui memiliki catatan kriminal dan diduga bergabung dengan kelompok militan di Timur Tengah.

Pertama adalah mantan rapper London berusia 23,  Abdel-Majed Abdel Bary, kemudian seorang peretas komputer berusia 20 tahun dari Birmingham bernama Abu Hussain Al-Britani, dan seorang pria Portsmouth Abu Abdullah al-Britani.

Menurut laporan di harian The Sun, di antara ketiga pria itu agaknya memiliki suara yang serupa dengan suara militan ISIS yang melakukan aksi pemenggalan itu.

Intelijen Inggris sendiri masih melakukan investigasi untuk menggunakan perangkat lunak demi membantu menyesuaikan dan mencari tahu suara "John" itu.

"Agen intelijen dna polisi kami mempelajari materi-materi yang kami dapatkan," kata Menteri Luar Negeri Inggris Phillip Hammond.

"Anda tidak dapat mengharapkan saya untuk memberikan komentar segera terkait proses itu, tapi kami mengumpulkan sejumlah sumber untuk mengidentifikasi individu itu," sambungnya. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya