Seorang petugas medis Amerika Serikat yang sebelumnya diduga terinfeksi virus mematikan Ebola, Dr Kent Brantly diijinkan keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan pulih dari virus mematikan itu.
"Hari ini adalah hari yang ajaib," kata Brantly ketika baru keluar dari rumah sakit Emory University pada Kamis (21/8).
Ia tak sendiri ketika keluar dari rumah sakit itu, melainkan dengan seorang lainnya yakni Nancy Writebol. Namun Writebol meninggalkan rumah sakit secara diam-diam dan tidak memberikan keterangan.
Keduanya telah menjalani perawatan khusus selama tiga pekan terakhir setelah diduga terinfeksi virus Ebola. Selama perawatan, mereka diberikan obat ekperimental yang dikenal dengan nama ZMapp. Obat yang hanya dibuat dalam jumlah sangat terbatas itu sebelumnya tidak pernah diujicobakan kepada manusia.
Obat yang sama juga diberikan kepada seorang pendeta Spanyol dan tiga petugas medis Liberia. Namun nyawa pendeta tidak berhasil diselematkan, sedangkan tiga orang petugas media Liberia menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Terlepas dari itu, Brantly mengaku dirinya telah sehat dan senang dapat kembali ke keluarganya. Ia sempat tidak menyaka terkena Ebola ketika pindah ke Liberia tahun lalu.
Sementara itu, suami Writebol dalam sebuah pernyatana kepada
BBC menyebut bahwa istrinya sudah pulih dan bebas dari Ebola. Meski demikian, tubuhnya masih lemah dan membutuhkan proses pemulihan lebih lanjut.
Virus Ebola yang mewabah di Afrika Barat diketahui telah menelan setidaknya 1.300 korban jiwa. Sejumlah pakar medis internasional tengah berupaya mencari vaksin bagi penanganan pasien yang mengidap virus tersebut.
Badan kesehatan dunia WHO sendiri telah mengumumkan bahwa obat eksperimental boleh digunakan untuk menangani pasien Ebola. Salah satu obat eksperimental yang digunakan dalam penangani pasien Ebola adalah ZMapp.
[mel]