Berita

Kent Brantly/net

Dunia

Gunakan Obat Eksperimental, Eks Pasien Ebola ini Boleh Pulang

JUMAT, 22 AGUSTUS 2014 | 12:58 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang petugas medis Amerika Serikat yang sebelumnya diduga terinfeksi virus mematikan Ebola, Dr Kent Brantly diijinkan keluar dari rumah sakit setelah dinyatakan pulih dari virus mematikan itu.

"Hari ini adalah hari yang ajaib," kata Brantly ketika baru keluar dari rumah sakit Emory University pada Kamis (21/8).

Ia tak sendiri ketika keluar dari rumah sakit itu, melainkan dengan seorang lainnya yakni Nancy Writebol. Namun Writebol meninggalkan rumah sakit secara diam-diam dan tidak memberikan keterangan.


Keduanya telah menjalani perawatan khusus selama tiga pekan terakhir setelah diduga terinfeksi virus Ebola. Selama perawatan, mereka diberikan obat ekperimental yang dikenal dengan nama ZMapp. Obat yang hanya dibuat dalam jumlah sangat terbatas itu sebelumnya tidak pernah diujicobakan kepada manusia.

Obat yang sama juga diberikan kepada seorang pendeta Spanyol dan tiga petugas medis Liberia. Namun nyawa pendeta tidak berhasil diselematkan, sedangkan tiga orang petugas media Liberia menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Terlepas dari itu, Brantly mengaku dirinya telah sehat dan senang dapat kembali ke keluarganya. Ia sempat tidak menyaka terkena Ebola ketika pindah ke Liberia tahun lalu.

Sementara itu, suami Writebol dalam sebuah pernyatana kepada BBC menyebut bahwa istrinya sudah pulih dan bebas dari Ebola. Meski demikian, tubuhnya masih lemah dan membutuhkan proses pemulihan lebih lanjut.

Virus Ebola yang mewabah di Afrika Barat diketahui telah menelan setidaknya 1.300 korban jiwa. Sejumlah pakar medis internasional tengah berupaya mencari vaksin bagi penanganan pasien yang mengidap virus tersebut.

Badan kesehatan dunia WHO sendiri telah mengumumkan bahwa obat eksperimental boleh digunakan untuk menangani pasien Ebola. Salah satu obat eksperimental yang digunakan dalam penangani pasien Ebola adalah ZMapp. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya