Berita

Hizbut Tahrir

Dunia

Hizbut Tahrir: Bantu Palestina Tak Cukup Dengan Dana

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 15:15 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Konflik di Jalur Gaza yang masih saja berkecamuk sejak enam pekan terakhir mengundang keprihatinan Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia.

Pasalnya, konflik yang melibatkan Israel dan kelompok Hamas itu telah menyebabkan ribuan orang tewas, sebagian besar di antaranya adalah wanita dan anak-anak.

"Kebiadaban Israel semakin meningkat dengan korban warga sipil, wanita dan anak-anak. Demikian juga dengan cara dan alat-alat yang mereka gunakan, semakin canggih dan tidak sebanding. Seperti penggunaan bom fosfor yang satu kali lemparnya dapat menjangkau seluas satu lapangan bola," kata pemimpin redaksi Cermin Wanita Shalihah Nanik Wijayanti dalam acara diskusi bertema "Save Women And Children in Gaza with Khilafah, Selamatkan Perempuan dan Anak di Gaza dengan Khilafah" yang digelar di Kantor Pusat Muslimah Hizbut Tahrir, Crown Palace Tebet Jakarta Selatan (Kamis, 21/8).


Ia mempertanyakan soal sikap warga muslim dunia atas konflik tersebut. Menurutnya, warga muslim dunia selama ini hanya bereaksi dengan memberikan bantuan dana, bantuan kemanusiaan, ataupun pengobatan.

"Sesungguhnya ini tidak cukup. Sebab seharusnya ada yang menghentikan apa yang telah dilakukan Israel. Harus ada solusi pula menghukum apa yang telah dilakukan Israel," serunya seperti rilis yang diterima redaksi.

Dalam acara yang digelar oleh Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia DPD 1 DKI Jakarta itu juga dibacakan pernyataan sikap Muslimah Hizbut Tahrir bersama para tokoh intelektual yang menyerukan pengiriman tentara kaum muslimin untuk membebaskan Gaza dari aksi Israel.

Pernyataan sikap itu juga menyerukan agar pemimpin-pemimpin muslim memberikan bantuan terhadap Palestina dan bukan hanya sekedar mengokohkan solusi dua negara atau mengakui kemerdekaan Palestina. [mel]

Populer

UPDATE

Selengkapnya