Berita

maroko/net

Dunia

Maroko Bisa Kejar Negara Maju

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 13:18 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Maroko berhasil mengkonsolidasikan proses demokrasi serta meletakkan dasar pembangunan berkelanjutan dalam sejumlah sektor, termasuk ekonomi dalam kurun waktu 15 tahun terakhir.

Pembangunan itu merupakan indikasi baik atas kemampuan masayarakat Maroko dalam mengejar ketertinggalan dari negara-negara maju.

"Ekonomi nasional kita telah menunjukkan perubahan struktural yang mendalam, bersamaan dengan diversifikasi besar-besaran di semua bidang produksi," kata Raja Maroko, Mohammed VI dalam pidatonya di peringatan hari Revolusi Nasional Rakyat dan Raja ke-61 pada Rabu (20/8).


Hal itu, sambungnya, berhasil membawa perekonomian nasional Maroko ke tingkat keseimbangan regional dan internasional.

Pembangunan ekonomi itu, jelasnya, disokong oleh perkembangan dalam sejumlah sektor lainnya seperti industri, perdagangan, keuangan, infrastruktur serta ekonomi digital Maroko.
 
"Daya tarik perekonomian nasional juga telah diuntungkan dari upaya untuk meningkatkan lingkungan bisnis dan menciptakan zona ekonomi yang kompetitif, seperti Melloussa-Tangier Industrial Zone," jelas Raja Mohammed VI dikutip kantor berita MAP.

Perkembangan tersebut, akunya, bukan hanya hasil kontribusi negara tapi juga perusahaan swasa yang memiliki visi selaras soal pembangunan Maroko.

Lebih lanjut Raja Mohammed VI menambahkan, pencapaian-pencapaian besar Maroko itu juga tidak mengesampingkan penanganan masalah lainnya seperti kemiskinan, kelaparan, serta pemerataan pendidikan bagi masyarakat Maroko.

Bukan hanya itu, ia juga menegaskan bahwa pembangunan yang di bawa negaranya juga secara langsung meningkatkan kesejahteraan kelompok tani serta nelayan. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya