Berita

net

Lewat Video, Militan ISIS Beraksen Britsh Penggal Jurnalis AS

RABU, 20 AGUSTUS 2014 | 11:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang militan ISIS yang berbicara dengan aksen British muncul dalam sebuah tayangan video yang dirilis untuk mengancam Amerika Serikat pada Selasa (19/8).

Dalam video berjudul "A Message to America" itu, sambil memegang pisau ia berdiri mengenakan pakaian hitam dengan bagian wajah yang juga ditutup. Di sebelahnya ada seorang pria lainnya yang berlutut dan mengenakan pakaian berwarna orange yang diidentifikasi sebagai jurnalis Amerika Serikat James Foley. Tidak diketahui dengan pasti di mana video itu direkam.

Ironisnya, video yang dirilis secara online itu menunjukkan pemenggalan Foley oleh militan ISIS. Militan itu menyebut, pemenggalan dan kematian Foley merupakan buah dari serangan udara Amerika Serikat kepada kelompoknya di Irak.


Menanggapi aksi keji terhadap warga negaranya, Gedung Putih segera mencari tahu keaslian video tersebut.

"Jika asli, kia terkejut dengan pembunuhan burtal wartawan Amerika Serikat yang tidak bersalah, dan kami menyampaikan belasungkawa terdalam kami bagi keluarga dan teman-teman," kata Juru Bicara Dewan Keamanan Gedung Putih Caitlin Hayden.

BBC mengabarkan bahwa Presiden Amerika Serikat Barack Obama juga telah mengetahui perihal video itu. Namun masih enggan memberikan tanggapan.

Dalam video yang sama juga ditunjukkan adanya tahanan ISIS lainnya selain Foley yang juga diidentifikasi sebagai jurnalis. Namun ia tidak dibunuh seperti rekannya.

Foley merupakan jurnalis yang bekerja bagi media Global Post dan media lainnya seperti AFP. Ia diketahui telah hilang ketika meliput di Suriah pada tahun 2012 lalu. Sebelumnya ia juga sempat diculik di Libya pada tahun 2011. [mel]

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

Trump Ancam Kenakan Tarif 25 Persen ke Delapan Negara Eropa

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:48

Arsitektur Hukum Pilkada Sudah Semakin Terlembaga

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:40

Serpihan Badan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:08

Rekonstruksi Kontrol Yudisial atas Diskresi Penegak Hukum

Minggu, 18 Januari 2026 | 09:00

KAI Commuter Rekayasa Pola Operasi Imbas Genangan di Kampung Bandan

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:51

Seluruh Sumber Daya Harus Dikerahkan Cari Pesawat ATR yang Hilang Kontak

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:45

Tujuh Kali Menang Pilpres, Museveni Lanjutkan Dominasi Kekuasaan di Uganda

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:20

Belasan RT dan Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir

Minggu, 18 Januari 2026 | 08:13

Ongkos Pilkada Langsung Tak Sebesar MBG

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:50

Delik Hukum Pandji Tak Perlu Dicari-cari

Minggu, 18 Januari 2026 | 07:45

Selengkapnya